Beranda Kalimantan Selatan Dua Inovasi Pendidikan di ‎HST, LKP MSLSC Standar ‎Cambridge dan Peluncuran ‎Aplikasi...

Dua Inovasi Pendidikan di ‎HST, LKP MSLSC Standar ‎Cambridge dan Peluncuran ‎Aplikasi “Butah Bahari”

349
0

Sekkab HST, HM Pajaruddin.

‎‎Satumejanews.id. BARABAI — Pemkab HST kini memiliki dua inovasi di bidang pendidikan. Itu seiring peresmian LKP plat merah MSLSC berstandar Cambridge dan peluncuran aplikasi “Butah Bahari” sebagai ruang dokumentasi bahasa daerah Banjar oleh Dinas Pendidikan HST.

‎‎Peresmian kedua inovasi ini  dilakukan di  Pendopo Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (7/10/2026). Dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) HST, HM Pajaruddin yang mewakili Bupati Samsul Rizal, sejumlah kepala dinas, camat, guru, para siswa dan undangan lainnya.

‎‎”Murakata Student Learning and Support Center (MSLSC) hadir sebagai Center of Excellence (Pusat Keunggulan) dari pembangunan kebahasaan kita di HST, terutama bahasa asing,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) HST, Muhammad Anhar.

‎‎Anhar menjelaskan, MSLSC merupakan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) non-formal plat merah pertama di Indonesia. MSLSC ini terdaftar resmi dan memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dari Kemendikdasmen RI.

‎‎LKP ini mengadopsi standar Common European Framework of Reference for Languages (CEFR), yakni standar internasional untuk mengukur dan menjelaskan tingkat kemahiran seseorang menguasai bahasa asing. Bersanding dengan Cambridge University guna memastikan kompetensi kebahasaan siswa sesuai standar yang diakui dunia.

‎‎”Pada tahap awal soft opening ini, MSLSC mengoperasikan 10 kelas terbatas untuk 160 siswa berprestasi. Ke depan, lembaga ini tidak hanya memasilitasi Bahasa Inggris, tetapi juga Bahasa Mandarin dan Arab, hingga persiapan beasiswa LPDP bagi guru yang ingin melanjutkan S2 ke luar negeri,” tambah Anhar.

‎‎Selain akses bahasa asing, Pemkab HST pun meluncurkan platform digital “Butah Bahari” (Buku Panduan Revitalisasi Bahasa Daerah Banjar Lestari). Platform ini sebagai sarana terpadu untuk menghimpun, mengarsipkan, dan mendokumentasikan seluruh capaian dan aktivitas revitalisasi Bahasa Banjar.

‎‎Anhar menyebut, platform ini dirancang sebagai media ekspresi publik bagi anak-anak untuk mengunggah karya sastra Banjar seperti cerpen dan cerita rakyat, agar warisan kebahasaan daerah dapat diakses, dimanfaatkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Kepala Disdik HST, Muhammad Anhar.

‎‎Lantas Sekkab HST, Pajaruddin menyebut,  dua inovasi ini hadir untuk memperluas ruang belajar.  Memperkuat akses terhadap pengetahuan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Murakata — HST.

‎‎”Dua ikhtiar ini hadir dengan peran berbeda, namun tujuannya  sama, yakni membangun ekosistem pendidikan yang lebih terbuka, adaptif, inovatif, dan dekat dengan masyarakat. Ini lembaga positif dalam mendukung peningkatan akses dan mutu pendidikan non-formal,” sebut Pajaruddin.

‎‎Sekkab HST itu berharap dua inovasi ini terus tumbuh dan berkembang, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga HST.  “Mari kita hadirkan lebih banyak ruang belajar dan buka lebih banyak kesempatan untuk melahirkan SDM unggul, terampil, berkarakter, dan berdaya saing,” ajaknya sesaat peresmian.

‎‎Peresmian kedua inovasi ini sendiri ditandai Sekkab Pajaruddin dengan ucapan “Bismillahirrahmanirrahim”  yang kemudian disambut tepuk tangan riuh oleh seluruh undangan yang hadir. (adv-msb/jjd).