Beranda Hukum Ditembak di Paha, Terduga ‎Bandar Sabu Dilumpuhkan ‎Polisi HST, Alat Bukti yang...

Ditembak di Paha, Terduga ‎Bandar Sabu Dilumpuhkan ‎Polisi HST, Alat Bukti yang ‎Diamankan 1,5 kg Sabu

368
0

‎‎Satumejanews.id. BARABAI — Satu terduga  bandar sabu di Hulu Sungai Tengah (HST),  Kalimantan Selatan (Kalsel) dilumpuhkan polisi. Dialah MR (41), pria asal Dusun Kundan, Kecamatan Hantakan, yang dilumpuhkan petugas dengan tembakan di paha karena coba melawan saat mau ditangkap. 

‎‎”Pelaku berinisial MR (41) diamankan sekira jam 03.04 WITA, Jumat (6/11/2026), di Jalan Dusun Buntu, Desa Lindungan, Kecamatan Hantakan. Saat hendak ditangkap, terduga pelaku melakukan perlawanan dan hampir menusuk anggota dengan pisau,” ujar Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon.

‎‎Kapolres AKBP Jupri menjelaskan, karena pelaku nekad melawan dan mengancam keselamatan petugas, maka tim gabungan Subdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel dan Polres HST terpaksa mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak paha kiri pelaku.

‎‎Penangkapan sendiri dilakukan setelah petugas menindaklanjuti informasi masyarakat terkait keberadaan pelaku. Dari tas ransel hitam yang dibuang terduga pelaku, petugas menemukan Narkotika jenis sabu seberat sekitar 1,5 kilogram (kg) dan 34 cartridge etomidate.

‎‎Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, melalui Kabid Humasnya, Kombes Pol. Nur Khamid mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberantas peredaran Narkoba sesuai arahan Kapolri.

‎‎”Sebagaimana arahan Kapolri, Polda Kalsel berkomitmen penuh memerangi peredaran Narkoba. Polda Kalsel akan terus menindak tegas terhadap peredaran Narkotika sebagai upaya melindungi masyarakat dari bahaya Narkoba,” ucap Nur Khamid.

‎‎Kombes Pol. Nur Khamid dan Kapolres AKBP Jupri kemudian mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran Narkotika.

‎‎Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres HST untuk proses penyidikan lebih lanjut. Sementara Polda Kalsel dan Polres HST terus mengembangkan kasus guna mengungkap kemungkinan jaringan lainnya. (msb/jjd).