Beranda Kalimantan Selatan Aksi Merdeka Sampah di ‎HST, Wujud Kolaborasi ‎Pemerintah dan Pemuda ‎Jaga Kebersihan...

Aksi Merdeka Sampah di ‎HST, Wujud Kolaborasi ‎Pemerintah dan Pemuda ‎Jaga Kebersihan Sungai

352
0

‎‎Satumejanews.id. BARABAI — Aksi pemuda Hulu Sungai Tengah (HST) pasca Festival Pemuda Menyala 2026 tak langsung bubar. Kali ini, mereka ramai-ramai membersihkan sampah pada seputaran DAS (daerah aliran sungai) di Kota Barabai bersama Pemkab HST, TNI-Polri, dan masyarakat, Jumat (6/11/2026).

‎‎Mengusung tema — “Pemuda-Pemudi Merdeka Sampah” —  aksi gotong royong pembersihan Kali Benawa di Kota Barabai ini  merupakan bagian dari rangkaian Festival Pemuda Menyala 2026  sekaligus memperingati World Cleanup Day.

‎‎Aksinya sendiri diawali titik kumpul peserta di kawasan Siring Joewita. Satu kawasan taman hijau nan rindang di Kota Barabai. Lantas pembersihan dimulai dari jembatan samping Kantor DPRD HST, terus ke kawasan Jalan Hevea,  Jembatan Masjid Shulaha, hingga berakhir di Pasar Kampung Kadi.

‎‎”Kegiatan ini wujud kolaborasi antara pemerintah daerah HST, KNPI  dan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. Aksi bersih-bersih ini tak boleh menjadi kegiatan seremonial atau gotong royong sesaat saja,” ujar Sekretaris Kabupaten (Sekkab) HST, Muhammad Pajaruddin.

‎‎Sekkab Pajaruddin sendiri hadir bersama beberapa sejumlah pejabat terkait. Begitu pula Ketua TP PKK HST, Deni Era Yulyantie  yang ikut turun membaur bersama para peserta melakukan pembersihan.

‎‎Upaya pembersihan kawasan ini setelah para peserta menyusuri lekukan sungai hingga ke kawasan bawah Pasar Kampung Kadi. Di lokasi ini banyak sampah yang dibuang ke sungai maupun menumpuk di sekitar bantaran.

‎‎Melihat kondisi ini, Ketua DPD KNPI HST, Nadea Rizky Ananda, mengaku prihatin. “Di sini ternyata banyak sekali sampah yang dibuang ke sungai. Nah, setelah pembersihan ini, Ulun berharap jangan lagi membuang sampah ke bantaran sungai,” pesannya.

‎‎Lantas, Ketua TP PKK Deni Era Yulyantie pun bicara.  Ia yang akrab disapa Mama Deden itu memberikan perhatian terhadap kebiasaan masyarakat yang masih buang sampah sembarangan. Terutama para pedagang di sekitar bantaran sungai Barabai.

‎‎”Warga HST yang sangat Ulun cintai. Ulun titip pesan, tolong jangan buang sampah ke sungai di area sekitar bantaran sungai ini. Apalagi para pedagang, tolong ini. Sekali lagi, Ulun minta tolong, sampah jangan dibuang ke sungai,”  Mama Deden berharap dengan dialek Bahasa Banjar.

‎‎Mama Deden menghendaki jangan buang sampah sembarangan karena masyarakat sendiri yang akan kena dampaknya. “Yang kena dampaknya siapa? Kita juga! Rumah kita kebanjiran, anak kita yang  sakit, dan dapur rumah kita juga akan kotor,” ungkapnya. ‎‎

Mama Deden pun mengajak masyarakat untuk  memulai kebersihan dari rumah. “Mari mulai dari rumah, sampah di dapur dipilah. Plastik dikumpulkan, dan sampah jangan dibuang ke sungai lagi,” pintanya seraya berharap, kawasan sungai bersih, HST aman, dan keluarga kita pun menjadi sehat. (adv-msb/jjd).