Wakil Bupati Kutai Timur Mahunadi (ist)

Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Mahyunadi mengatakan, diversifikasi ekonomi penting untuk memastikan roda perekonomian tetap bergerak ketika kontribusi sektor pertambangan mengalami perubahan. Untuk itu, perlu diperkuat pondasi ekonomi yang lebih beragam, sehingga Pembangunan tak hanya bertumpu pada satu sektor saja.
“Kita ingin ekonomi Kutai Timur bukan hanya sekadar tumbuh tinggi, tetapi tumbuh berkualitas, tumbuh inklusif dan tumbuh berkelanjutan,” ujar Mahyunadi.
Mantan Ketua DPRD Kutim ini mendorong agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya mengejar angka pertumbuhan yang tinggi, tetapi juga memperhatikan kualitas, pemerataan dan keberlanjutan.
Menuutnya, transformasi ekonomi harus dilakukan secara bertahap melalui penguatan sumber daya manusia, infrastruktur, sektor produktif, ketahanan pangan serta pengembangan pelaku usaha lokal.
Wabup menilai pembangunan berkelanjutan harus mampu meninggalkan fondasi yang kuat bagi generasi berikutnya. Kekayaan alam yang dimiliki saat ini harus dapat ditransformasikan menjadi modal pembangunan yang manfaatnya tetap dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Dijelaksan, keberhasilan pembangunan bukan hanya dilihat dari seberapa banyak sumber daya alam yang mampu dikeluarkan dari bumi Kutim, tetapi bagaimana kekayaan tersebut dapat diubah menjadi sumber daya manusia yang unggul, infrastruktur yang baik, masyarakat produktif, pengusaha lokal yang kuat serta sumber-sumber ekonomi baru.
Dengan pendekatan tersebut, pembangunan Kutim diharapkan tidak berhenti pada eksploitasi sumber daya alam, tetapi mampu menciptakan fondasi ekonomi yang semakin mandiri dan berkelanjutan.
Mahyunadi menegaskan, pembangunan yang dilakukan saat ini harus memiliki orientasi jangka panjang dan menjadi bagian dari cita-cita mewujudkan Kutim Hebat 2045.
“Pembangunan yang kita lakukan hari ini harus menjadi sesuatu yang kita tinggalkan untuk Kutim Hebat 2045,” ujarnya.
Ia berharap apa yang dibangun hari ini dapat memberikan manfaat yang terus dirasakan generasi mendatang. Sehingga ketika suatu saat sektor pertambangan tidak lagi menjadi penopang utama perekonomian, Kutim telah memiliki sumber daya manusia, pelaku usaha dan sektor ekonomi yang kuat untuk melanjutkan pembangunan. (adv/sm2)


























