Satumejanews.id. SANGATTA – Guna menudung duna usaha, khususnya di bidang vedeografi dan bisa mendukung kepariwisataan, Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim menggelar pengembangan kapasitas pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) dunia Usaha. Setidaknya ada sekitar 50 pelaku Ekraf dan pemadu wisata, organisasi kepariwisataan, komunitas hingga penggiat wisata di daerah ini ikut serta.
Kegiatan itu juga mendatangkan instruktur video yang berkompeten di bidangnya dari Bandung yakni Ari Wibowo (Lecturer Videography & Visual Communication, Profesional Videographer dan Tourism Consultant) dan Surya Adi Nugraha (Profesional Videographer, Video Editor dan Scriptwriter).
“Intinya Dispar Kutim ingin menambah skill (keterampilan) generasi milenial Kutim. Dan dalam hal ini Dispar Kutim selalu mendampingi dan mensupport untuk kemajuan SDM Kutim lebih profesional dan terampil serta menguasai hal teknis mulai dari pengambilan gambar hingga finishing (editing) dan fokusnya memajukan dunia Ekraf dan pariwisata lebih menarik perhatian,” ujar Kadispar Kutim Nurullah.
Melalui pelatihan ini, pihaknya ingin Kutim mampu melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) profesional di bidang ekraf dan pariwisata, khususnya bidang videografi. Sebab, kehalian ini nanti akan mampu menopang dalam mempromosikan pariwisata Kutim ke depan.

Dijelaskan, pelatihan ini membuka jalan melihat peluang usaha di bidang videografi sehingga para peserta harus memanfaatkannya dengan mengasah kemampuan teknis. Kegiatan ini juga bertujuan memberdayakan kemampuan mereka, dan tidak hanya menggunakan perkembangan teknologi informasi untuk hiburan semata.
“Kemampuan untuk menggali setiap potensi usaha harus dimunculkan, terlebih pemerintah mendorong terciptanya tenaga profesional di bidang videografi yang masuk dalam 17 sub sektor parekraf. Untuk itu, industri ini bisa diandalkan,” ujar Nurullah.
“Diharapkan para peserta bisa menghasilkan karya video dengan berbagai konten positif dan bermanfaat,” tambahnya.
Beberapa materi pendalaman turut dijelaskan oleh narasumber Ari Wibowo. Ia banyak membicarakan permasalahan teknis yang terjadi di video dan bagaimana mengatasinya. Seperti cara pengambilan angle, pemilihan kamera yang tepat hingga lensa, kemudian cara editing yang tepat hingga colour grading. Ia pun mengajak seluruh peserta bisa mengasah kemampuan rasa untuk menciptakan videografi yang sinematik.
“Memang ini menjadi tantangan yang besar, tapi jika kita terus berlatih dan memperbanyak jam terbang semua bisa, asal ada kemauan,” tegas pria kelahiran Magelang tersebut.

Sedangkan Surya Adi Nugraha membeberkan banyak tentang komposisi sinematik yang harus dikuasai oleh seorang videografer tentu sesuai kebutuhan yang diambil apa itu terkait komersial hingga kepentingan pribadi (hobi). Beberapa materinya dia menjelaskan tentang Rule of Third yakni bagaimana memposisikan objek di sepertiga bagian dalam foto lebih estetik. Kemudian ada Leading Line yaitu melatih kepekaan dalam mengatur komposisi gambar berdasarkan posisi objek. Ada juga implementation (penerapan leading line) dan symmetry yaitu bagaimana teknik komposisi yang paling mudah untuk menghasilkan gambar yang sinematik. Berikutnya ada juga Headroom, bagaimana jarak yang diberikan antara bagian atas dari subjek dengan frame video.
“Semua harus bisa dikuasai dalam teknik komposisi. Ini modal penting menjadi videografer profesional,” terangnya.
Dalam kegiatan pelatihan yang berlangsung tiga hari, pada 3 hingga 5 Agustus lalu itu, peserta juga turut mengumpulkan karya videografinya yang langsung dinilai oleh narasumber. Video terbaik mendapatkan voucher menginap di Hotel Royal Victoria dan hadiah menarik dari Dispar Kutim.
Kegiatan dibuka Kepala Dispar Kutim Nurullah didampingi Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Yunita Ronting, Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata (SDM) dan Ekraf Dian Anggraeni dan Kepala Bidang Ekraf Ahmad Rifani, di D’Lounge Hotel Royal Victoria. (*)