Beranda Kalimantan Timur Wagub Gabung ITK

Wagub Gabung ITK

132
0

Rektor Prof Agus Rubiyanto memperlihatkan maket pembangunan kampus ITK kepada Wagub Seno Aji dan anggota Dewan Pertimbangan ITK lainnya.

Catatan Rizal Effendi

HARI RABU, 10 Juni 2026 saya memenuhi undangan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Km 15 Karang Joang, Balikpapan Utara. Acaranya pemilihan dan pengukuhan Dewan Pertimbangan ITK. Saya diminta mengenakan jas lengkap. Padahal sudah beberapa tahun saya tak pernah memakai. Tepatnya sejak tak lagi menjadi wali kota, akhir Maret 2021.

Saya lihat di daftar undangan ada nama saya bersama rekan saya,  Zainal Abidin. Selebihnya para pejabat dan pengusaha besar. “Kita meminta Pak Wali dan Pak Zainal juga ikut membantu membangun ITK,” kata Rektor ITK, Prof Dr rer nat Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc. Rektor kerap memanggil saya Pak Wali, meski saya sudah purna tugas.

Ketika mendirikan ITK tahun 2011, saya masih wali kota. Saya ikut terlibat terutama dalam pembebasan lahan Kampus ITK. “Pemkot Balikpapan dan Pemprov Kaltim masih terutang lahan dengan IKN,” kata saya mengingatkan.

Lahan kampus IKN saat ini baru sekitar 60 hektare. Padahal janji Pemprov Kaltim di era Gubernur Awang Faroek Ishak siap menyediakan lahan seluas 300 hektare. Rasanya ada surat pernyataan kesanggupan Gubernur kepada Menteri Pendidikan M Nuh saat itu.

Rektor ITK Prof Agus Rubiyanto mengukuhkan pengurus inti Dewan Pertimbangan ITK yang diketuai Wagub Sano Aji. Tampak mendampingi Tjia Danie Wirawan (kedua dari kiri) sebagai wakil, Prof Bohari sebagai dan Irwan Wardianto sebagai

Dalam daftar undangan Dewan Pertimbangan ITK, ada nama-nama terhormat. Di antaranya Gubernur Kaltim Dr Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Dr Seno Aji, Ketua DPRD Kaltim Dr Hasanuddin Mas’ud, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Pariantoro, SH, SIK, CFE, MH, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, SH, M.Si, Wali Kota Balikpapan Dr Rahmad Mas’ud, Ketua Komisi X DPR RI Ir Hetifah Sjaifudian, MPP, Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim Assoc. Prof Supardi, SH, MH, Danlanud Dhomber Kol Pnb Kisworo, SE, M.Han, anggota Komisi IV DPRD Kaltim Hj Syahariah Mas’ud serta Guru Besar dan Ahli di Bidang Ilmu Kimia Analitik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unmul Prof Dr Ir Bohari Yusuf, M.Si.

Selain itu ada sejumlah pengusaha, tokoh masyarakat dan alumnus yaitu HM Fauzi Achmad Bahtar (Pimpinan Wilayah NU Kaltim), Tjia Daniel Wirawan, ST (Direktur PT Wulandari Bangun Laksana/BSB), Mohammad Kurnia Ariawan, ST (Dirut PT Kideco Jaya Agung), Ir HR Irwan Wardianto (Dirut PT Persada Aman Sentosa) dan Satria Jaya Negara, ST, MT (Alumnus ITK).

Gubernur, Pangdam, Kapolda dan Wali Kota tidak bisa datang. Ada yang ditugaskan mewakili. Sedang Ibu Hetifah dan Satria Jaya mengikuti melalui zoom. Rektor dan jajaran ITK senang, sebab masih ada Wagub Seno Aji yang bisa hadir secara langsung.

Hasil musyawarah cepat di pertemuan itu, Wagub Seno Aji didaulat menjadi Ketua Dewan Pertimbangan ITK. Wakilnya Tjia Daniel Wirawan dari unsur swasta atau pengusaha. Saya tak bisa menolak ketika Ibu Hetifah meminta saya jadi sekretaris. Padahal tadinya saya menyodorkan nama Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim, Dr Dasmiah, S.Pd, MAP yang diutus Gubernur.

Sedang Ibu Hetifah sendiri bersama Prof Bohari Yusuf  dan Irwan Wardianto berkenan menjadi ketua kelompok kerja (Pokja).

 
Zainal Abidin dan Tjia Daniel Wirawan menandatangani Pakta Integritas ITK.

Setelah tersusun kepengurusan Dewan Pertimbangan ITK, Rektor Agus Rubiyanto langsung mengukuhkan. “Kami bangga dan terhormat, bapak dan ibu berkenan menjadi keluarga besar ITK,” katanya.

Menurut Rektor, tugas Dewan Pertimbangan memberi saran dan pertimbangan kepada Rektor dalam memajukan ITK dari sisi non pendidikan. “Masih banyak yang harus dibangun dan diadakan agar ITK benar-benar menjadi institut teknologi yang maju dan kuat,” kata Agus Rubiyanto, yang pernah menjadi Atase Pendidikan Indonesia di Jerman.

ITK PERLU RP3 TRILIUN

Kepada Wagub Seno Aji dan anggota Dewan Pertimbangan ITK lainnya, Prof Agus Rubiyanto memaparkan sekilas perkembangan terakhir ITK mulai soal infrastruktur, perkembangan program studi (prodi) dan akreditasi sampai rencana Dies Natalis ke-12 pada 6 Oktober 2026.

Dia menyebutkan tahun 2025, ITK menerima dua ribu lebih mahasiswa baru. Mereka studi di Fakultas Sains dan Teknologi Informasi, Fakultas Pembangunan Berkelanjutan dan Fakultas Rekayasa dan Teknologi Industri.

Rektor ITK Prof Agus Rubiyanto, Wagub Seno Aji berfoto bersama pengurus Dewan Pertimbangan ITK lainnya.

Dari 3 fakultas itu, ITK memiliki 26 prodi terakreditasi. “ITK merupakan perguruan tinggi dengan akreditasi internasional terbanyak di Kaltim,” kata Rektor. Sedang ITK sendiri memperoleh “Akreditasi Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Menurut Rektor, ITK lagi mengusulkan 5 prodi baru yaitu Teknik Geomatika, Teknologi Informasi, Teknik Biomedis, Transportasi Laut dan Sistem Perkapalan.

Meski baru berusia 12 tahun, ITK sudah banyak memperoleh penghargaan. Di antaranya Anugerah Dikti “Peringkat 2” Kategori Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU)  Terbaik Tahun 2024, Posisi Klaster “Utama” dalam Klasterisasi Perguruan Tinggi 2025 dan 2026, Anugerah  Keterbukaan Informasi Publik, Anugerah Kerjasama dan Anugerah Humas.

Pada Dies Natalis 12 ITK, 6 Oktober mendatang, rencananya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Dr H Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc, MPA, MA akan menyampaikan orasi ilmiah. Kehadiran Agus sangat penting, karena ayahnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah pencetus berdirinya ITK bersama Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Lampung.

Menurut Prof Agus Rubiyanto, ITK akan terlibat dalam program Sinergi ITX yaitu  Konsorsium 4 Perguruan Tinggi Teknologi Negeri sebagai Motor Inovasi Indonesia.

ITX adalah konsorsium strategis 4 perguruan tinggi teknologi negeri terkemuka yaitu ITB, ITS, ITERA dan ITK yang bersinergi untuk menjadi katalis utama transformasi ekonomi nasional berbasis inovasi dan teknologi.

Wagub Seno Aji didampingi Rektor Agus Rubiyanto serta Prof Bohari dan Zainal melakukan peninjauan ke fasilitas laboratorium ITK.

ITK sendiri, kata Rektor, mengambil peran atau fokus utamanya berkaitan Teknologi Pesisir Perikanan Digital & Energi  Maritim.

Rektor juga menyampaikan beberapa rencana pembangunan infrastruktur. Mulai jalan masuk ITK, pintu gerbang, techno park sampai Integrated Student Service Centre (ISSC).

Dia juga menyinggung kebutuhan anggaran pengembangan ITK (2025-2029) yang diperkirakan mencapai Rp3 triliun. Skema pengadaannya melalui blended financing atauDominasi Pinjaman Luar Negeri sebesar Rp2,7 triliun dan murni pendamping Rp300 miliar.

Rektor menjamin pembangunan dan pengembangan ITK memberi banyak manfaat. Dari aspek ekonomi akan meningkatkan kontribusi sektor teknologi terhadap PDB dari dari 1% menjadi 3% pada 2030. Dari aspek sosial,  penciptaan 50 ribu lapangan kerja baru dan penguatan ekonomi regional di luar Jawa. “Sedang dari aspek strategis, mengurangi ketergantungan impor teknologi dan meningkatkan ekspor produk rekayasa nasional ke ASEAN dan global,” demikian Prof Agus Rubiyanto menjelaskan.

Wagub Seno Aji tampaknya senang berada di lingkungan ITK. Dia mengaku kaget juga jalan masuk ke ITK sangat tidak memadai. “Ya ini yang menjadi salah satu perhatian kita,” katanya kepada Prof Agus. Sebelum meninggalkan kampus ITK, Rektor menyampaikan salam SPECTA. Solid, Peduli, Cerdas, Beriman dan Bertaqwa.(*)