Beranda Kominfo Kutim Wabup Mahyunadi Buka Bimtek Pra UKW dan UKW PWI Kutim, Tekankan Pentingnya...

Wabup Mahyunadi Buka Bimtek Pra UKW dan UKW PWI Kutim, Tekankan Pentingnya Kompetensi Jurnalis Jaga Persatuan Bangsa

358
0

Satumejanews.id SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menegaskan bahwa uji kompetensi wartawan merupakan fondasi penting dalam memperkuat kualitas pemberitaan di era digital yang serba cepat.

Hal itu disampaikan usai membuka Mahyunadi  membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan pelaksanaan UKW yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutim, Sangatta, Selasa (18/11/2025)..

Menurutnya, wartawan yang kompeten tidak hanya mampu menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, namun juga memainkan peran besar dalam menjaga stabilitas sosial dan persatuan nasional.

“Dengan adanya uji kompetensi wartawan ini, tentu ke depan para jurnalis akan memiliki kualitas dan kompetensi yang lebih baik. Bangsa kita ingin maju, dan kita masih berada dalam kategori negara berkembang. Salah satu ‘penyakit’ negara berkembang adalah terjebak dalam middle-income trap. Untuk bisa maju, kita membutuhkan kekuatan, kemampuan, dan terutama kesatuan bangsa,” ujar Mahyunadi.

Ia menilai media memiliki kekuatan besar yang dapat menjaga maupun menggoyahkan keseimbangan persatuan bangsa. Mahyunadi mencontohkan sejumlah kejadian di tingkat nasional yang dipicu oleh pemberitaan yang tidak utuh sehingga menimbulkan kesalahpahaman publik.

“Contohnya kasus yang menimpa tokoh nasional beberapa waktu lalu yang dipicu oleh video para artis berjoget di gedung DPR. Padahal video itu diambil setelah paripurna selesai, setelah sambutan Pak Prabowo yang saat itu sangat baik sehingga membuat suasana penuh kegembiraan. Setelah paripurna ada musik, dan yang namanya artis tentu punya ekspresi seni. Namun framing media menyebabkan hal sederhana itu berdampak luas,” ungkapnya.

Mahyunadi juga menyinggung peristiwa lama ketika anggota dewan difoto tertidur lalu diberi narasi negatif, padahal rapat berlangsung hingga dini hari. Menurutnya, framing semacam ini muncul karena kurangnya kompetensi dalam memahami konteks, etika, dan tanggung jawab jurnalistik.

“Inilah yang ke depan ingin kita benahi melalui uji kompetensi yang dilakukan secara berkelanjutan. Dengan kompetensi yang meningkat, jurnalis akan lebih percaya diri, lebih profesional, dan mampu menghadirkan pemberitaan yang adil serta berimbang. Media adalah modal utama bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan sehingga kita dapat lepas dari middle-income trap,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Mahyunadi menyampaikan harapan besar agar peningkatan kompetensi wartawan mampu mendukung visi Indonesia Maju 2045.

“Ke depan, kita ingin anak cucu kita menikmati Indonesia sebagai negara maju. Sesuai target Presiden Prabowo, pada tahun 2045, saat 100 tahun Indonesia Merdeka,  Indonesia diharapkan masuk jajaran lima besar negara maju di dunia,” katanya.(adv/sm3)