Oleh : Bert Toar Polii
Kejurprov Bridge Jatim 2025 di Aula SMKN 6 Surabaya menghadirkan sekitar 350 atlet dari 20 kabupaten/kota yang bertanding selama tiga hari pada 14–16 November 2025.
Salut buat Pengprov Jatim atas sukses besar ini. Karena Kejurprov Jatim ini diikuti oleh atlet-atlet muda yang dibagi dalam beberapa kelompok umur.
Bisa dibayangkan ada 20 kab/kota dari 38 kab/kota di Jatim atau sudah mencapai 50% lebih.
Wakil Ketua KONI Jatim Dedi Suhajadi berharap Pengprov Gabsi Jatim terus memperluas pembinaan ke seluruh daerah di Jatim.
Ia menilai olahraga bridge sangat sesuai untuk pelajar karena melatih kecerdasan dan strategi.
“Kalau sekarang yang ikut 20 kabupaten/kota tahun depan Kejurprov harus diikuti 38 kabupaten/kota,” katanya.
Bayangkan ada 54 regu dan 164 pasangan yg terbagi dalam 6 KU, yaitu KU 12, KU15, KU18, KU23 dan KU26 serta bebas.
Ini model pembinaan yang menurut saya bagus untuk ditiru karena prioritasnya pada pembinaan atlet muda tanpa meninggalkan para atlet yang sudah melewati batas KU26.
Namun ada sedikit problem yang harus dipikirkan untuk diatasi. Terlihat peserta di KU 12 sampai KU18, KU 23 banyak kemudian mengecil di KU 26.
Menurut Bambang Prijambodo salah satu atlet senior Jatim : Jumlahnya banyak sampai KU 23 karena ada Kejuaraan pelajar dan karena Porprov dibatasi usia 23 (semua cabor). Sampai usia ini ada pembinaan dari kab/kota dengan dukungan dana dari koni masing-masing. Tapi selewat usia tersebut jumlahnya turun drastis. Pada umumnya pada usia tersebut sudah lulus kuliah dan fokus kerja dan keluarga. Tidak banyak yang lanjut menekuni bridge. Mungkin karena bridge masih belum menjanjikan untuk ‘hidup’.
Ini memang untuk kondisi saat ini di Indonesia olahraga bridge belum bisa dijadikan profesi. Berbeda dengan di Negara maju seperi Amerika Serikat, sebagian Negara Eropa, Australia dan Jepang serta China.
Jadi memang perlu kerja keras PB Gabsi, Pengprov, Pengkab/kot untuk memperbanyak jumlah atlet bridge. Jumlah pemain bridge yang banyak akan membuat perhatian pemerintah dan juga pengusaha akan berpaling melihat olahraga bridge.
Sebenarnya apa yang diprogramkan oleh Ketua Umum PB Gabsi Syarif Bastaman untuk membuat Program Bridge Masuk Kampung sudah benar. Disamping itu Bridge Masuk Sekolah juga terus digalakan dan berjuang untuk kembali memasukan olahraga bridge dipertandingkan lagi di POPNAS, POM dan O2SN.
Sayang sekali program ini tidak berjalan termasuk program lain yang dicanangkan di awal kepengurusan.
Kejurprov Bridge Jatim 2026 ditutup oleh Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M. yang juga Ketua Pengprov Gabsi Jatim.
Dalam sambutannya, Pak Aries panggilan akrabnya mengharapkan prestasi atlet-atlet Jatim terutama yang yunior tidak hanya berhenti pada level provinsi tetapi level nasional dan internasional juga. Pak Aries juga menjanjikan pada tahun 2026 cabor bridge dipertandingkan pada O2SN Provinsi Jatim.
Janji ini disambut sangat meriah oleh para peserta Kejurprov. Masuknya bridge pada O2SN akan melahirkan banyak bibit-bibit atlet bridge di kalangan pelajar.
Parade Juara bisa dilihat disini : “C:\Users\USER\Downloads\Parade Juara Kejurprov Jatim 2025.docx”. ***


























