Satumejanews.id. SANGATTA – Di tengah zaman yang serba digital ini Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk beradaptasi dengan era digital, bekerja lebih cepat, efisien, inovatif, dan berdaya saing. Diharapkan ASN mampu menjadi penggerak utama transformasi digital di lingkungan pemerintahan, bukan hanya sekedar menjadi pelaksana.
Hal itu disampaikan sambutan Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Zudan Arif Fakrulloh dalam sambutan tertulisa yang dibacakan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman ketika memimpin Apel memperingati Hai Ulang Tahun (HUT) ke-54, di halaman kantor Bupati, Bukit Pelangi, Senin (1/12/2025).
“Gunakan teknologi untuk mempermudah pelayanan, memperkuat transparansi dan membangun kepercayaan rakyat,” ujarnya.
Dijelaskan, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (pengganti UU Nomor 5 Tahun 2014) bertujuan untuk menyesuaikan dengan kemajuan zaman demi penguatan kepentingan ASN, menjaga kode etik profesi, dan meneguhkan jiwa korps ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga menekankan kemandirian dan netralitas KORPRI harus senantiasa dijaga. Sebab, hal tersebut menjadi dasar kekuatan organisasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berwibawa.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju”, yang mencerminkan tekad ASN untuk menjaga persatuan, soliditas, dan integritas dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dia menekankan pentingnya KORPRI untuk kompak, solid, satu suara, dan satu langkah dalam memperjuangkan kepentingan aparatur serta memperkuat pengabdian sebagai pelayanan masyarakat.
“Kesejahteraan para anggota KORPRI harus menjadi perhatian utama. Pola karier dan pengembangan profesionalisme hendaknya terbebas dari campur tangan politik maupun kepentingan-kepentingan lain yang dapat mengganggu netralitas,” ujarnya.
Menutup tahun 2025 dan menyambut tahun 2026, seluruh anggota KORPRI diajak untuk mengambil sikap KORPRI SIAGA dan melaksanakan delapan tekad kesiapsiagaan. Berikut adalah delapan tekad kesiapsiagaan KORPRI SIAGA:

1. Perkuat persatuan dan soliditas korps, jadikan KORPRI rumah besar seluruh ASN yang kokoh, kompak, dan setia pada Pancasila, UUD 1945, serta NKRI.
2. Tegakkan netralitas dan integritas, berdiri di atas semua kepentingan politik, menjunjung etika jabatan, dan menjadi teladan moral.
3. Tingkatkan profesionalisme dan kompetensi, bangun budaya kerja unggul, berorientasi hasil, serta dorong inovasi dan adaptasi digital.
4. Tanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Hindari segala bentuk penyimpangan, termasuk korupsi, kolusi, nepotisme, dan pungutan liar.
5. Seluruh ASN untuk siaga bencana dan bahu-membahu membantu saudara yang tertimpa musibah.
6. Peningkatan Pendapatan Negara dan Daerah harus menjadi fokus, mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8%, mencegah kebocoran anggaran, dan memetakan kebutuhan langsung masyarakat.
7. KORPRI mengawal Reformasi Birokrasi agar bisa menuntaskan penyelesaian masalah kemiskinan, anak tidak sekolah, dan membuat rakyat Indonesia berbahagia.
8. Jaga nama baik KORPRI dan ASN**, jadikan setiap langkah dan karya sebagai wujud pengabdian terbaik kepada bangsa.
Pada kesmepatan itu, Bupati Ardiansyah mengucapkan selamat ulang tahun ke-54 kepada seluruh anggota KORPRI serta menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dharma bakti, dedikasi, dan loyalitas yang telah ditunjukkan selama lebih dari setengah abad. (tg)


























