Beranda Olahraga Menunggu “Keramat” Maroko ‎Kontra Prancis Subuh Jumat

Menunggu “Keramat” Maroko ‎Kontra Prancis Subuh Jumat

12
0

‎‎WAW! Panggung delapan besar sepak bola Piala Dunia 2026 tersaji mulai Jumat (10/7/2026) subuh ini pukul 04.00 WITA. Kali ini, salah satu “raksasa” Eropa berjuluk Les Blues — Prancis — bakal berseteru berat kontra Maroko, satu-satunya wakil Benua Afrika yang skuadnya mayoritas Muslim.

‎‎Siapakah yang bakal unggul di laga babak perempat final Piala Dunia kali pertama ini? Apakah Prancis yang dipoles coach Didier Deschamps yang lolos ke semifinal ataukah tim Maroko yang berjuluk Singa Atlas itu yang merebut satu tiket lolos ke babak  empat besar?

‎‎Anda sendiri sah-sah saja memprediksi atau menjagokan Prancis yang bakal lolos. Sebab, materi pemain Les Blues itu memang komplet di semua lini. Di lini depan misalnya ada Kylian Mbappe, sang kapten sekaligus striker yang haus gol, lalu Ousmane Dembele, Michael Olise, Desire Doue, Jules Kounde dan Mike Maignan sebagai palang terakhir di bawah mistar Prancis.

‎‎Tapi, saya dan teman-teman di sini justru sebaliknya. Aku sendiri cenderung lebih menjagokan Maroko yang lolos. Kenapa? Selain materi pemainnya seiman dan seagama denganku — muslim — permainan tim Maroko sendiri sangat konsisten dari babak awal hingga akhir.

‎‎Skuad Maroko pun tak kalah kompletnya. Di bawah mistar gawang ada kiper Yassine Bono yang cukup cekatan menghalau bola-bola liar. Lalu barisan belakang ada sang kapten tim Achraf Hakimi, Chadi Riad, Issa Diop, disusul Azzidine Ounahi,  Berahim Diaz, dan striker Soufiani Rahimi.

‎‎Tren permainan Maroko sendiri cukup konsisten. Bahkan cenderung meningkat sejak babak 32 besar hingga 16 besar. Di fase gugur 32 besar, Achraf Hakimi dkk menyingkirkan “raksasa” Eropa lainnya, Belanda, 2-3, melalui drama adu penalti.

‎‎Menariknya, duel adu penalti itu terjadi setelah Maroko kecolongan gol Belanda menit ke-72. Tapi, Maroko malah mampu menyamakan skor 1-1 melalui aksi Diop menit ke-90+1. Itu artinya, ritme permainan Maroko terus meningkat, hingga ekstra time 2 x 15 menit skor tetap 1-1, dan saat adu penalti itulah Maroko unggul 3-2.

‎‎Lantas di babak 16 besar, Maroko sempat kurang berkembang melawan tuan rumah Kanada di babak pertama. Tapi, babak kedua, Singa Atlas itu seperti mengamuk. Terus pegang kendali permainan hingga mampu merontokkan perlawanan tim Kanada, 3-0, lewat dua gol Ounahi (50′, 80′), dan gol Rahimi pada injury time (90+8).

‎‎Sebaliknya, permainan Les Blues Prancis sendiri cenderung stagnan dan malah agak menurun. Di fase gugur 32 besar, misalnya, Prancis memang sungguh berjaya dengan melabrak Swedia, 3-0, lewat dua gol Mbappe (45′, 74′), dan Barcola (53). Namun, di babak16 besar, Prancis menyingkirkan Paraguay hanya 1-0. Dan gol kemenangan itu pun melalui titik penalti dari Mbappe menit ke-79.

‎‎Bila saja permainan Prancis tetap seperti itu, tetap stagnan seperti kontra Paraguay di 16 besar, rasanya bukan mustahil kalau Maroko yang akan pegang kendali permainan. Mungkinkah Achraf Hakimi dkk yang bakal menang dan lolos manyabet tiket pertama ke babak semifinal? 

‎‎Semuanya memang akan terjawab subuh ini. Yang pasti, duel macth Prancis kontra Maroko kemungkinan bakal sengit, ketat dan seru. Menariknya, perjuangan Singa Atlas itu bukan hanya terletak pada 11 pemain di lapangan saja, melainkan juga didukung penuh doa restu ibu-ibu mereka kepada Allah SWT.

‎‎Bagaimana pun semua skuad Maroko yang semuanya Muslim selalu sungkem sebelum laga. Selalu memohon doa restu dari sang ibu agar perjuangan mereka sukses dan berhasil. Nah, sikap Achraf Hakimi dkk itu mengingatkku akan syair lagu  dangdut berjudul “Keramat” dari Bang Rhoma.

‎‎Ingat! Begini dua baris syairnya.  “Doa ibumu dikabulkan Tuhan… Dan kutukannya jadi kenyataan…” Ayo! Kita tunggu saja aksi Maroko. Semoga  doa ibu-ibu mereka itu benar-benar makbul  dan menjadi “Keramat” kemenangan Maroko pada subuh Jumat yang mubarak ini hingga lolos ke semifinal. (jjd)