Beranda Kutai Timur Kutim Tuan Rumah Kejurprov Arm Wrestling, Diharapkan Dorong Prestasi Atlet

Kutim Tuan Rumah Kejurprov Arm Wrestling, Diharapkan Dorong Prestasi Atlet

385
0

Satumejanews.id. SANGATTA –  Kutai Timur (Kutim) menjadi tuan rumah pelaksanan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) olahraga Arm Wrestling, Minggu (14/12/2025).  Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Kawasan Bukti Pelangi itu, diharapkan mampu mendorong prestasi altet di daerah ini.

Kejurprov yang dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman ini,  berlangsung sehari dan diikuti105 atket dari kabupaten dan kota se-Kaltim. Pada kesempatan itu, Ardianasysah mengatakan, kejurprov ini tak hanya mendorong prestasi atlet, tapi juga mendongkrak kebugaran sepanjang usia maupun pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah ini.

“Dalam olahraga kita mengenal salam olahraga. Bagi atlet prestasi, jawabannya adalah ‘Jaya’. Tetapi bagi masyarakat yang ingin hidup sehat dan bugar, jawabannya adalah ‘Bugar Sepanjang Usia’,” ujar Bupati Ardiansyah di hadapan para atlet Arm Wrestling.

Ia menambahkan, Kejurprov Arm Wrestling telah menjadi agenda rutin di Kutim sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, pada 2024 lalu, Kutim sukses menggelar International Arm Wrestling Tournament yang diikuti atlet dari berbagai negara.

“Pada 2024 kita sudah menyelenggarakan International Arm Wrestling Tournament. Kita kedatangan atlet dari Uzbekistan, Rusia, Azerbaijan, Thailand, serta atlet nasional dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka sangat terkesan dengan pelaksanaan kegiatan ini,” katanya.

Meski Arm Wrestling belum masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), Bupati menegaskan bahwa cabang ini tetap memiliki nilai prestasi dan potensi besar di tingkat nasional maupun internasional.

“Apakah itu KONI atau KORMI, pada prinsipnya tetap olahraga. Dan Arm Wrestling ini cukup ramai dipertandingkan di berbagai event internasional,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menilai penyelenggaraan kejuaraan berskala besar memiliki dampak ganda (multiplier effect) bagi daerah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan industri kreatif.

“Yang kita inginkan bukan hanya olahraganya, tetapi dampak multiplier-nya. Alhamdulillah dampak ekonomi yang ditimbulkan cukup luar biasa. Ini menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi kerakyatan Kutim dan memunculkan industri kreatif,” ujarnya.

Selain Arm Wrestling, Kutim terus mendorong cabang olahraga lain untuk berkiprah di level nasional, seperti panjat tebing, bulu tangkis, hingga bola voli. Di cabang sepak bola, Persekutim United saat ini tengah berlaga di Liga 3 Nusantara.

Tak hanya di bidang olahraga, Bupati juga menyoroti peran strategis pemuda Kutim dalam berbagai sektor. Ia menyebut Kutim berpeluang meraih predikat Kabupaten Layak Pemuda, sejajar dengan Balikpapan dan Samarinda.

“Pemuda Kutim memiliki peluang besar, tidak hanya di olahraga, tetapi juga di pertanian, perikanan, industri kreatif, ekonomi, hingga inovasi sosial seperti Rumah Restorative Justice yang digagas KNPI,” jelasnya.

Kejurprov Arm Wrestling 2025 sendiri dijadwalkan berlangsung selama satu hari, mengingat karakter pertandingan yang relatif cepat. Meski singkat, kejuaraan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial sekaligus memperkuat eksistensi Arm Wrestling di Kaltim.

Hadir pada acara tersebut di antaranya, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Ketua Indonesian Sports Performance Federation (ISPF) Kutim dan Katimserta para atlet yang berlaga. (tg).