Beranda Kutai Timur Singa Geweh  Raih Penghargaan Terbaik Ketahanan Pangan

Singa Geweh  Raih Penghargaan Terbaik Ketahanan Pangan

351
0

Satumejanews.id. SANGATTA – Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, dinobatkan sebagai kelurahan yang memiliki ketahanan pangan terbaik di Kutai Timur (Kutim) tahun 2025. Sedangkan juara kedua diraih Desa Bangun (Kecamatan Kaliorang)  Jaya dan urutan ketiga Desa Wahau Baru (Kecamatan Muara Wahau).

Penghargaan itu diserahkan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bertepatan acara seminar Hasil Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security  and Vulnerability Atlas (FSVA) Kutim Tahun 2025 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Kamis (4/12/25).

Usai menerima penghargaan tersebut, Lurah Singa Geweh Supriyanto mengaku bangga dan mengucapkan syukur serta terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mewujudkan di wilayahnya menjadi yang terbaik dalam menangani ketahanan pangan.

“Terima kasih kepada Pak Bupati Kutim dan Dinas Ketahanan Pangan serta teman-teman UPT Pertanian P4 yang ada di Kecamatan Sangatta Selatan,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang diperoleh itu bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari upaya kolektif. Secara teknis, teman-teman UPT di Kecamatan Sangatta Selatan, termasuk PPL (Petugas Penyuluh Lapangan), sangat membantu dalam upaya meraih penghargaan ketahanan pangan ini.

Dikatakan, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras di lapangan. “Pada prinsipnya, ini bukan hasil saya pribadi, tapi kerja keras para petugas di lapangan. Di antaranya,  petani-petani yang semangat, sehingga kami dipercaya dalam penghargaan di tahun 2025 ini tentang ketahanan pangan,” kata Supriyanto.

Meraih penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Perwakilan Desa Singa Geweh memandang penghargaan ini sebagai sebuah amanah.

“Penghargaan ini merupakan suatu tanggung jawab yang besar bagi kami, bagaimana kami bisa mempertahankan mulai nanti ataupun ke depannya,” katanya.

Untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan secara berkesinambungan, upaya yang akan dilakukan meliputi Kerja Sama Intensif, yakni selalu menjalin kerjasama dengan teman-teman PPL, tenaga lapangan, dan petani. Membangun komunikasi dan kolaborasi yang erat untuk memenuhi kebutuhan petani terkait ketahanan pangan. Pihak kelurahan berperan menyampaikan dan merekomendasikan aspirasi petani kepada dinas-dinas terkait.

Ketika ditanya mengenai rahasia keberhasilan yang mengantarkan Kelurahan  Singa Geweh memenangkan penghargaan ini, Supriyanto menyoroti satu faktor utama, yaitu komunikasi.

“Saya rasa kunci utamanya adalah komunikasi dengan teman-teman petani, teman-teman PPL yang ada di lapangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, komunikasi tidak harus selalu dilakukan secara tatap muka. Memanfaatkan teknologi menjadi kunci penting di era digital, sehingga komunikasi dapat dijalin kapanpun dan di mana pun.

“Komunikasi dan kolaborasi ini menjadi jembatan untuk memastikan kebutuhan petani, seperti peralatan pertanian, pupuk, dan bibit, dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti dengan cepat oleh Dinas Pertanian atau Dinas Ketahanan Pangan Kutim,” bebernya. (tg)