Beranda Kominfo Kutim Dukung Penerbitan Buku, Kadisdik : Semua Kegiatan Terkait Sejarah dan Event Hendaknya...

Dukung Penerbitan Buku, Kadisdik : Semua Kegiatan Terkait Sejarah dan Event Hendaknya Dibukukan dengan Baik

354
0

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono.

Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kutai Timur (Kutim) Mulyono mengatakan, semua kegiatan, terutama terkait sejarah atau event-event, hendaknya dibukukan menjadi sebuah buku. Bukan hanya sekadar poster atau catatan biasa

“Pendokumentasian sejarah dan berbagai kegiatan budaya daerah dalam bentuk buku, dinilai sangat penting. Untuk itu, semua event harus dicatat dan dibukukan dengan baik,” ujar Mulyono.

Menurutnya, dokumentasi sejarah tidak cukup hanya berupa poster atau catatan kegiatan, tetapi perlu disusun secara terstandar dengan kajian yang lengkap serta didukung keterangan dari para saksi dan sumber yang relevan.

Dia sangat mendukung kegiatan seminar yang membahas tiga buku yang bakal diterbitkan di Kutim ke depan. Untuk itu, dia berbpesan trkait Sejarah dan event hendaknya dibukungan dengan baik.

Dikatakan, buku-buku sejarah dan budaya yang ada diharapkan dapat menjadi bagian dari koleksi museum yang pembangunannya mulai dilaksanakan tahun ini.

“Yang terpenting adalah nantinya buku-buku ini akan menjadi koleksi museum,” ujar mantan Camat Rantau Pulung ini.

Mulyono juga meminta tim penulis membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dan berbagai pihak untuk memberikan masukan. Menurutnya, pelibatan banyak unsur diperlukan agar buku yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi Kutim secara utuh dan komprehensif.

“Harapan kita buku ini betul-betul terstandar dan bisa menceritakan bagaimana kondisi yang sesungguhnya, bagaimana kondisi riil yang ada di Kuttim,” kata mantan Kabag Pemerintahan Setkab Kuti mini.

Seminar tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, satuan pendidikan, organisasi kebudayaan, masyarakat adat, komunitas hingga media.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dalam dua sesi pembahasan. Sesi pertama membahas penulisan buku sejarah Islam serta sejarah dan perkembangan masyarakat adat Dayak Kenyah Lepoq Jalan. Selanjutnya, sesi kedua membahas penulisan buku sejarah budaya Kutim.

Melalui forum tersebut, masukan dari berbagai unsur diharapkan dapat memperkaya data dan perspektif sehingga tiga buku sejarah yang disusun nantinya dapat menjadi dokumentasi sejarah Kutim yang lebih lengkap serta bermanfaat bagi generasi mendatang. (adv/tg)