Beranda Kominfo Kutim Dukung Pendidikan Digital, Diskominfo Staper Luncurkan SIKAT

Dukung Pendidikan Digital, Diskominfo Staper Luncurkan SIKAT

385
0

Satumejanews.id. SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Komunikasi Informatika Stattistik dan Persandian (Diskominfo Staper) meluncurkan program Strategi Internet Kutai Timur Aman dan Terkelola (SIKAT), Rabu (19/11/2025).

“Program ini menjadi solusi mendesak dalam menjawab krisis konektivitas yang selama ini menghambat layanan pendidikan digital di ratusan satuan Pendidikan,” ujar Kadiskominfo Staper Kutim Ronny Bonar.

Dikatakan, pogram ini muncul, lantaran adanya keluhan terkait jaringan internet di satuan Pendidikan di sejumlah wilayah di Kutim. Salah satu solusinya, dimunculkan program SIKAT, guna mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Diakatkan, dari 694 sekolah dan 18 korwil pendidikan, hanya 191 unit yang pernah tersambung layanan internet gratis. Namun seluruhnya terhenti sejak Maret 2025 akibat kuota yang tidak diperpanjang.

“Hampir 75 persen sekolah di Kutim tidak memiliki akses internet yang memadai. Ini hambatan nyata bagi proses pembelajaran dan masa depan pendidikan kita,” tegas Ronny.

Dijelaskan, program SIKAT dirancang bukan hanya menyediakan internet, tetapi juga membangun ekosistem digital yang aman, terkelola, dan berkelanjutan.

“Setiap koneksi yang kita pasang adalah jembatan menuju ilmu pengetahuan tanpa batas. Ini investasi untuk masa depan anak-anak Kutim,” ujarnya.

Kepala Bidang Infrastruktur TIK dan Persandian, Sulisman, menjelaskan SIKAT disiapkan dengan lima komponen utama. Yakni, Dashboard Terpusat, Manajemen Bandwidth berprioritas edukasi, Content Filtering berbasis MikroTik, Sistem Autentikasi terpisah guru-siswa, serta Peta Digital Sekolah untuk memastikan transparansi layanan. Pemasangan awal ditargetkan menyasar 10 sekolah dalam 60 hari pertama.

Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SDN 014 Sangatta Utara, Mulhatim, menyebut SIKAT sangat relevan bagi lembaga yang menerapkan Program Sekolah Rujukan Google.

“Kami sangat membutuhkan internet stabil. Terima kasih atas fasilitasi ini,” tutupnya. (adv/sm4)