Beranda Kominfo Kutim Pertumbuhan Ekonomi Kutim Capai 10 Persen, Tertinggi se-Kaltim

Pertumbuhan Ekonomi Kutim Capai 10 Persen, Tertinggi se-Kaltim

332
0

Satumejanews.id. SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pertumbuhan ekonomi di daerah ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, mencapai angkat 10 persen lebih.

Menurut laporan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), ujar orang nomor satu di Pemkab Kutim ini, Kutim menampati peringkat pertama pertumbuhan ekonominya di seluruh Kalimantan Timur (Kaltim).

“Namun saya belum sepenuhnya yakin, apakah petumbuhan yang tinggi ini sudah dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat kita,” ujar Bupati sesaat sebelum menutup Pekan Pemuda di Alun-Alun Bukit Pelangi Sangatta, Sabtu (15/11/2025).

Untuk memastikan agar pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan seluruh masyarakat, dirinya menegaskan akan terus mendorong bagi siapapun untuk menggerakan roda perekonomian di Kutim melalui berbagai sektor dengan mengoptimlakan sumber daya yang ada.

“Siapapun yang ingin bergerak akan terus kita dukung. Tujuannya untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat Kutim,” ucap Bupati.

Dikutip dari berbagai sumber, perekonomian Provinsi Kaltim Triwulan III-2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 218,19 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 149,27 triliun.

”Ekonomi Provinsi Kaltim Triwulan III-2025 terhadap Triwulan III 2024 tumbuh sebesar 4,26 persen (y-on-y),” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Yusniar Juliana dalam keterangan resminya, Kamis (6/11/2025).

Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong kinerja positif sebagian besar lapangan usaha. Tiga sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah Industri Pengolahan yang tumbuh 13,96 persen. Kemuidan disusul Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 12,97 persen, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang meningkat 12,32 persen.

Namun demikian, terdapat tiga sektor yang mengalami kontraksi lapangan usaha utama pembentuk perekonomian Kaltim, yakni Pertambangan dan Penggalian, terkontraksi sebesar 0,22 persen. Sektor Konstruksi turun 1,40 persen, sedangkan Jasa Keuangan dan Asuransi mengalami penurunan cukup dalam, yaitu 6,13 persen. (adv/sm3)