Beranda Kalimantan Timur Kepiting Dandito Berduka

Kepiting Dandito Berduka

193
0

KH Muhlasin yang menjadi imam salat jenazah Hj Yuly Setyowati.

Catatan Rizal Effendi

KELUARGA BESAR Restoran Kepiting Dandito Balikpapan berduka. Istri sang pemilik, Hj Yuly Setyowati binti Yusuf Yosopranoto (58) meninggal dunia hari Senin, 3 Agustus 2026 pada pukul 02.30 dini hari di RS Loh Guan Lye, Penang, Malaysia.

“Saya atas nama keluarga memohon maaf atas segala khilaf dan mohon doa untuk almarhumah semoga diterima amal ibadahnya serta diampuni dosa-dosanya. Semoa almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin ya Rabbal Alamin,” begitu pesan dari keluarga yang beredar di media sosial pagi hari.

Karena kesulitan penerbangan, jenazah Yuly baru mendarat di Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Selasa petang. Dia disertai sang suami, Rudy Setiawan. Kedua  anaknya Gifta dan Dandi beserta sanak keluarga lainnya menyambut di rumah duka.

“Kami sangat kehilangan, tapi Alllah sudah menentukan jalannya. Kami berterima kasih atas segala doa yang diberikan. Mohon maaf jika ada kesalahan almarhumah selama hidup,” kata Rudy dengan wajah diselimuti duka yang dalam.

Hj Yuly Setyowati, istri Rudy Kepiting Dandito.

Yuly sudah sebulan lebih berada di Penang. Rudy dan putranya, Dandi bergantian menjaga. Dia menjalani perawatan dan kemoterapi di RS Loh Guan Lye. “Tapi tidak menjalani rawat inap. Kami tinggal di apartemen,” kata Rudy.

RS Loh Guan Lye Penang adalah salah satu rumah sakit terbaik, yang pernah mendapatkan penghargaan  Asia Pacific Service Provider oleh Global Health and Travel Awards. Salah satu layanan unggulannya adalah pemeriksaan dan pengobatan kanker termasuk kanker payudara, serviks & kandungan, prostat dan kanker lainnya.

Menurut Rudy, istrinya selama di sana cukup sehat dan ceria. Tapi Allah berkehendak lain. Malam itu terjadi hal di luar dugaan yang membuat kondisinya menurun drastis hingga meninggal dunia pada dini hari. “Kita sudah berusaha tapi Allah yang menentukan. Kullu nafsin dzaiqotul maut,” jelasnya.

Dari bandara, jenazah Yuly langsung dibawa ke rumah duka. Kediamannya menjadi satu dengan bangunan restoran di Gunung Bakaran Jl Marsma R Iswahyudi. Tak jauh dari bandara. Ratusan orang datang melayat.

Mobil yang membawa jenazah Yuly tiba di rumah duka.

Sejumlah karangan bunga dikirim ke rumah duka. Di antaranya dari Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan anggota Forkompida. Ada juga dari Dirsamapta Polda Kaltim Kombes Pol Eka Mulyana dan Ketua Pengadilan Militer Tinggi IV Kol Kum  (W) Siti Mulyaningsih, SH, MH.

Habis magrib saya datang melayat bersama Pak Zainal Abidin.  Saya sempat bertemu mantan Ketua HIPMI Glenn Nirwan, mantan anggota DPRD Ali Munsyir Halim dan Edy Tarmo, mantan anggota DPRD Kaltim yang sekarang menjadi Ketua DPC PDIP Balikpapan.

Sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kompleks Pupuk malam tadi, jenazahnya disalatkan lebih dulu dipimpin KH Muhlasin, mantan Ketua PC NU Balikpapan, yang juga pimpinan pondok pesantren Al ‘

“Pak Kiai Muhlasin yang mengelola pesantren saya di kilo,” kata Rudy. Sementara di Masjid Mikrajul Mukminin, yang tak jauh dari rumah duka dilaksanakan salat gaib jenazah.

Rudy Setiawan dan Yuly Setyowati dalam acara famili day keluarga besar Kepiting Dandito di Pantai Manggar.

ATLET BOLING BERPRESTASI

Selain dengan Rudy, saya juga mengenal almarhumah cukup lama. Kami berteman karena sama-sama suka bermain tenis. Teman akrabnya di lapangan tenis Ibu Ani Joko, yang kebetulan rumahnya berdekatan di Pondok Karya Agung (Poka).

Ibu Ani Joko yang dikenal sebagai pemain senior dan pelatih tenis junior lebih dulu dipanggil Yang Kuasa. Dia mendapat serangan jantung ketika sedang melatih dan bermain. Saya sempat melayat ke rumah duka waktu itu.

Tadi malam saya bertemu beberapa teman tenis bersama Yuly, di antaranya Ibu Herni, Pak Rahmadi dan mantan Ketua Pelti Balikpapan, Inggrid Asa. “Kita sangat kehilangan, dia orang baik,” kata Ibu Inggrid yang ditemani Ibu Ela. “Saya kirim salam duka,” kata Pak Liesan Jafar, yang tengah berada di Jakarta.

Yuly sesungguhnya adalah atlet boling berprestasi. Dia satu angkatan dengan Ety dan Roosje Picaulima, yang pernah menyumbangkan medali untuk Balikpapan dan Kaltim baik di arena Kejurnas maupun di gelanggang Pekan Olahraga Nasional (PON). Waktu di SMA, dia juga dikenal sebagai mayoret marching band sekolahnya.

Yuly (kedua dari kiri) bersama  Tim Boling Kaltim ketika mengikuti Pra PON di Palembang beberapa tahun silam.

Kalau Yuly suka tenis dan boling, justru suaminya, Rudy Setiawan mengembangkan olahraga lain. Yaitu paramotor dan berkuda. Dia punya klub sendiri. Atlet paramotornya bernaung di bawah klub Dandito Team, sedang klub berkudanya diberi nama El Caballo Dandito.

Setelah pensiun sebagai atlet, Yuly banyak membantu suaminya mengembangkan usaha kuliner kepiting yang belakangan dikenal dengan nama Restoran Kepiting Dandito.

Awalnya jatuh bangun juga. Sampai usaha ini akhirnya berkembang pesat. Kepiting Dandito dikenal kelezatan rasanya termasuk kepiting sokanya. Pada resepsi Peringatan HUT RI ke-71 tahun 2016, kepiting Dandito menjadi salah satu menu yang diminta Presiden Jokowi disajikan di Istana Negara Jakarta.

Tamu-tamu dari berbagai penjuru termasuk juga para pejabat, investor dan wisatawan yang datang ke Balikpapan dan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, PPU, selalu singgah di restoran ini. Tidak lengkap rasanya kalau belum menikmati cita rasa Kepiting Dandito.

Karangan bunga Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan Forkompida di rumah duka, Restoran Kepiting Dandito.

Setelah sukses dengan restoran kepitingnya, di tempat yang sama, Rudy dan Yuly membuka Dandy’s Steak & Coffee House. Juga Gifta Garden, perkebunan wisata seluas 4 hektare di Km 23, Karang Joang, Balikpapan Utara.  Di situ ada restorannya juga, vila, taman bermain kuda serta kebun sayur dan buah-buahan.

Saya suka buah nangkadaknya. Buah hasil persilangan nangka dan cempedak. Saya sering membeli jika lagi musim berbuah di Gita Garden. Rasanya enak sekali. Posturnya lebih besar dari cempedak biasa. Dagingnya juga tebal. Tapi kulitnya tak bisa dibuat mandai.

Belakangan penampilan Yuly semakin Islami. Dia selalu mengenakan busana muslimah penuh tawadhu. Dia jarang keluar karena asyik mengasuh cucunya. Saya juga sudah lama tidak bertemu. Karena itu semua orang kaget mendengar kabar dia meninggal dunia.

Selamat jalan Ibu Yuly. Insyaallah husnul khotimah. Terima kasih pernah membawa nama harum Balikpapan dan Kaltim di cabang olahraga boling. Terima kasih bersama sang suami berhasil mengembangkan Restoran Kepiting Dandito, sehingga nama Balikpapan ikut terkenal ke mana-mana.(*)