Satumejanews.id. SAAMRINDA – Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwan Islam Indonesia (DPW LDII) Kaltim, H Sudarisman mengatakan, peningkatan kompetensi bukan sekadar tuntutan organisasi, tetapi bagian dari bentuk ibadah dan dedikasi.
Hal itu ditegaskannya ketika membuka pelatihan kesekretariatan dan keprotokolan generasi muda LDII se-Kaltim di Pondok Pesantren Al Aziziyah, Samarinda, Jumat (14/11/2025). Kegiatan itu diikuti 100 peserta generasi muda LDII dari kabupaten dan kota se-Kaltim.
“Ilmu yang dipelajari di sini harus pulang sebagai manfaat, langsung diterapkan di masing-masing daerah,” pintanya.
Sedangkan ketua DPW LDII Kaltim , Prof Dr Ir Krishna P Candra MS menilai, pelatihan mengusung tema “Meningkatkan Profesionalitas Sekretariat dan Protokol dalam Mendukung Kinerja Organisasi”, ini sebagai langkah yang cukup strategis.
“Administrasi dan protokol yang tertata rapi adalah wajah organisasi. Kita sering terlibat agenda besar dengan pejabat tinggi, dan standar itu harus kita jawab dengan kompetensi,” tegas Krishna.
Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari DPPLDII H Supriasto dan H Ruly Siswa Bernaputra, yang membawakan materi inti seputar organisasi dan tata kelola.
Selai n itu ada juga pameteri dari Kaltim, seperti Imam Lutfi menyampaikan public speaking, Wildan Taufik materi keprotokolan, dan Katwadi tentang teknik master of ceremony alias MC.
Ketua Panitia, Deddy NS, mengatakan, kurikulum yang dipakai telah disesuaikan dengan hasil Munas LDII 2021. Ia berharap peserta membawa pulang pemahaman yang bisa segera diimplementasikan.
Dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta, termasuk tujuh delegasi dari Kutai Timur, DPW LDII Kaltim menilai pelatihan kali ini sebagai momentum penting dalam membangun sumber daya manusia yang lebih profesional, adaptif, dan siap menopang agenda-agenda strategis organisasi ke depan. (*/sm)



























