Satumejanews.id. MAKKAH — Jamaah Kloter BDJ-14 asal Hulu Sungai Tengah (HST) dan Kota Banjarmasin, Kalsel, kini sudah di Arafah. Bersiap-siap melakukan ibadah puncak haji berupa Wukuf pada hari 9 Dzulhijjah 1447 H atau hari Selasa ini, 26 Mei 2026.
”Alhamdulillah, 349 jamaah BDJ-14 termasuk petugasnya sudah di Arafah. Semuanya telah terkondisikan dengan baik, dan bersiap untuk Wukuf,” ucap Ketua Kloter BDJ-14, Ahmad Muzakkir menjawab konfirmasi media ini terkait kondisi terkini jamaahnya di Padang Arafah.
Muzakkir menyebut, rombongan Kloter BDJ-14 dengan 6 petugas — ia sendiri (TPIH), Abdus Syahid (TPIHI), dokter Farah Diba (TKHI), Masmulia (TKHI), M Rizqi Anas (PHD-Kes), M Syahrani (PHD-Umum) — bergerak dari Kota Makkah menuju Arafah pada Senin, 8 Dzulhijjah 1447 H (25/5/2026) pukul 10.00 WAS atau pukul 17.00 WITA.

Jamaah Kloter BDJ-14 sendiri tiba di Padang Arafah pada jam 14.35 WAS (Waktu Arab Saudi) atau lebih kurang 2,5 jam perjalanan naik bus. “Alhamdulillah, jamaah kita menepati tenda utama di Arafah pada Kluster 4 Maktab 69, dan pemondokan di Mina nanti, kita di Kluster 2, Maktab 69,” jelas Muzakkir.
Ketua Kloter BDJ-14 sendiri tak melukiskan seperti apa kondisi jamaahnya dalam perjalanan Makkah — Arafah. Namun, jamaah haji asal HST dan Banjarmasin ini telah terkondisikan dengan baik sesampainya di pemondokan Arafah. Antara lain sudah melakukan berbagai rangkaian ibadah wajib seperti shalat Maghrib berjamaah, dan lainnya.
Kondisi jamaah BDJ-14 yang totalnya 349 orang plus petugas — 150 laki-laki, 199 perempuan — disebutnya memang ada yang menuntut perhatian dan penanganan khusus petugas. Sebab, dari total jamaah terdapat yang berusia tertua 85 tahun, 60 tahun ke atas (46 laki-laki, 56 perempuan) dan memiliki risiko tinggi.

”Jamaah kita yang memiliki risiko tinggi, (risti), sedang dan risti ringan totalnya 230 orang (95 laki-laki, 135 perempuan). Jamaah tidak risti 137 orang, dan jamaah yang pakai kursi roda 20 orang,” urai Muzakkir saat melaporkan kondisi jamaah BDJ-14 pada dini hari Selasa WITA tadi.
Seluruh jamaah BDJ-14 kini berkumpul bersama jutaan jamaah muslim dari berbagai belahan dunia di Arafah. Tujuan semuanya sama, melakukan Wukuf (berdiam diri) di dalam tenda-tenda sebagai wujud penghambaan diri kepada Allah SWT sampai selesai shalat Dzuhur dan khotbah Arafah.
Selanjutnya, jamaah bergerak selesai shalat Maghrib menuju Muzdalifah untuk “mabit” (singgah sebentar) mengambil bebatuan secukupnya. Batu-batu kerikil itulah yang digunakan semua jamaah untuk melontar jumrah di jamarat (tempat pelontaran) Mina sebagai rangkaian puncak ibadah haji. (jjd)


























