Beranda Kalimantan Selatan Ekspose IKP HST di Banjarbaru, Bupati Rizal : KP Bukan Sebatas Ketersediaan...

Ekspose IKP HST di Banjarbaru, Bupati Rizal : KP Bukan Sebatas Ketersediaan Bahan Semata

409
0

Satumejanews.id. BANJARBARU – Ketahanan pangan disebut Bupati Hulu Sungsi Tengah (HST), Samsul Rizal merupakan salah satu hal  penting dalam pembangunan daerah.  Bukan sebatas ketersediaan bahan semata, melainkan mencakup semua unsur  pendukungnya.

“Ketahanan pangan (KP) harus jadi perhatian kita bersama. Tidak hanya sebatas ketersediaan bahan pangan saja, tapi mencakup akses masyarakat, mutu, keamanan, kelancaran distribusi pangan dan lainnya,” ucap Bupati HST, Samsul Rizal.

Penekanan itu disampaikan Bupati Rizal di Hotel Aeris Banjarbaru, Kamis (11/12/2025), saat ekspose Penyusunan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) dan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) HST.

Mengutip rilis Prokom HST hari ini, ekspose penyusunan IKP tersebut diikuti oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) HST, H Muhammad Yani, BPS, PT Air Minum Murakata Lestari (AMML),  para Camat, dan jajaran perangkat daerah terkait.

Bupati menyebut, Penyusunan IKP dan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan  merupakan langkah strategis. Langkah untuk mengetahui atau menyediakan gambaran komprehensif tentang kondisi riil ketahanan pangan di HST.

“Melalui pengukuran aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan, kita dapat mengidentifikasi wilayah yang masih rentan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya,” ujar  Bupati Rizal.

Data dan hasil analisis ini, katanya,  menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan. Penyusunan strategi dan pelaksanaan program yang tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lantas Kepala DKPP HST, Muhammad Afni Hidayat menyebut begini. Berdasarkan rilis Badan Pangan Nasional, IKP  HST sendiri berada pada skor 85,67, atau menempati posisi 6 tertinggi secara nasional.  Meningkat signifikan dari skor sebelumnya 79,06.

“Hasil ini menempatkan Kabupaten HST sebagai Daerah Tahan Pangan Tinggi, sejalan dengan tema pembangunan daerah “Gawi Bersama, Hasil Tarasa, Banua Sasain Manyala.” ujar Afni Hidayat.

Tak hanya itu. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan tahun 2025 menyebut, jumlah desa rentan pangan di HST berhasil diturunkan dari 12 desa tahun 2024 menjadi 11 desa pada 2025.

Afni Hidayat pun menyebut, ke depan dengan memerkuat sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan program KP dan upaya kolaboratif, diharapkan terus bisa memerbaiki kondisi KP HST menjadi lebih baikk. (adv-msb/jjd).