Beranda Kalimantan Selatan Sukses! Hajatan Rama Andin Trah Negara Daha di Masjid Karamat Palajau, Bupati...

Sukses! Hajatan Rama Andin Trah Negara Daha di Masjid Karamat Palajau, Bupati HST Gembira

413
0

Bupati HST, Samsul Rizal pidato di acara hajatan Rama Andin.

Satumejanews.id. BARABAI – Hajatan bertajuk Silaturahmi Rama Andin Trah Negara Daha di Masjid Karamat Palajau — Pandawan, Ahad (9/11/2025), sukses. Hajatan yang dirangkai “badudus” ini dihadiri langsung Bupati HST, Samsul Rizal dan Wakil Bupati  H Gusti Rosyadi Elmi.

“Alhamdulillah, acaranya lancar. Saya senang, karena panitia telah bekerja keras dan semua pihak ikut mendukung, termasuk pemerintah daerah,” ungkap Ketua Yayasan Rama Andin Kalsel, dr. H Andin Meldy Muzada Elfa kepada media ini.

Bupati Samsul Rizal yang hadir bersama istri setianya, Ny Deni Era Yulyantie juga gembira. Ia mengapresiasi seluruh panitia yang menggagas Silaturahmi Rama Andin Trah Negara Daha ini. Terlebih tuan rumah yang juga Ketua Yayasan Masjid Karamat Palajau, Supriadi.

“Pak Supriadi ini kawan baik Ulun. Beliaulah yang banyak membantu Ulun (saya) saat suksesi dulu. Karena itu, Ulun menyambut gembira kegiatan Silaturahmi Rama Andin di Masjid Palajau ini,” ujar Bupati Rizal di luar teks sambutan.

Bupati menyebut, silaturahmi Rama Andin Trah Negara Daha ini bagus. Bermakna sangat dalam. Selain memerpanjang umur, melapangkan rezeki, silaturahmi juga jalan menumbuhkan kasih sayang, memerkuat solidaritas serta menjaga warisan sejarah dan budaya yang bernilai tinggi.

Sebagian dari Keluarga Besar Trah Rama Andin

“Ulun harap, momen pertemuan ini tak berhenti pada seremoni belaka, tapi menjadi tonggak memerkuat sinergi antarkeluarga besar Rama Andin di berbagai daerah,” ujarnya.

Tak cuma itu.  Bupati Rizal pun mengajak silaturahmi ini agar dijadikan sebagai wadah berbagi gagasan. Memerkuat  peran sosial dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Pemkab HST menyambut baik kegiatan ini. “Kami percaya, nilai-nilai kekeluargaan dan gotong royong yang tumbuh dari ikatan seperti ini menjadi fondasi kuat bagi kemajuan masyarakat dan daerah kita tercinta,” katanya.

Sebelumnya, Andin Meldy  yang dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD) RSUD Ulin Banjarmasin itu menguak sejarah singkat Rama Andin tersebut. Rama Andin adalah trah bangsawan pahuluan Kalsel, turunan dari Maharaja Sukarama, raja terakhir Negara Daha sebelum berdirinya Kesultanan Banjar.

Trah ini tidak masuk dalam garis Pangeran Samudera — yang kelak bergelar Sultan Suriansyah — pendiri Kesultanan Banjar yang garis turunannya seperti misalnya Gusti, Antung dan lainnya.

Oleh karena itu, sebut Meldy, banyak keturunan Andin menyebar di wilayah Hulu Sungai. Dari Negara (Daha — HSS), Barabai, hingga Tapin menjadi pemuka masyarakat, guru agama, dan tokoh adat.

“Gelarnya mungkin banyak yang hilang dalam dokumen. Tapi, darah keturunan dan tradisinya tidak pernah padam,” ucap dr. Meldy yang secara akademisi ia memiliki banyak gelar di belakang namanya — Sp.PD, K.Ger, FINASIM, MM — itu.

Seksi tukang masak hajatan Rama Andin

Tradisi kuncir andin pada anak-anak laki-laki, “batumbang” atau dan terutama “badudus” seperti hari ini, sebutnya, itulah bentuk nyata bagaimana identitas “paandinan” tetap hidup di tengah zaman modern.

Terkait Masjid Karamat Palajau bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga situs sejarah. Di sinilah dulu kabarnya para tokoh pahuluan — termasuk para Rama — bermusyawarah, berdakwah, dan mengajarkan Islam dengan kelembutan khas Banjar Hulu.

Dari masjid ini, nilai keislaman dan adat berpadu menjadi satu. Terpancar membentuk karakter masyarakat Hulu Sungai yg santun, religius, dan penuh hormat pada leluhur.

Karena itu, acara hari ini diselenggarakan di tempat yg sarat makna ini, agar generasi muda paham. “Kebesaran itu bukan diukur dari gelar, tapi dari akhlak, ilmu, dan pengabdian. Itu makna sebenarnya yang menjadi bagian dari trah Rama Andin,” ujar Andin Meldy.

Silaturahmi Rama Andin Trah Negara Daha di Masjid Karamat Palajau ini kali kedua dalam dua tahun terakhir. Tahun lalu,  perhelatan serupa atau yang pertama di SMAN 1 Negara (Daha — HSS), pada 23 April 2024. Usai  “badudus” (pemberian gelar) yang diawali Bupati HST dan istri, acara diakhiri makan siang bersama. Lauknya pun khas Urang Banua seperti pepesan Jelawat, Patin, Nila, Papuyu,  gangan karuh pisang keladi, dan pakasam basanga (goreng), serta useng useng jaruk tarap yang aduhai menggoda selera. (adv-jjd)