Beranda Opini Taktik Berburu Beasiswa – Sponsor Riset ke Jerman

Taktik Berburu Beasiswa – Sponsor Riset ke Jerman

2309
0

Foto penulis bersama dengan Dr. Nora Szarka, Ketua Tim Peneliti SMART Bioenergy System di DBFZ, Leipzig-Jerman.

Syukri M Nur
Visiting Researcher di Pusat Penelitian Biomassa Jerman (DBFZ)

Frankfurt, Jerman (12/08/2022). Beasiswa dan sponsor riset merupakan harapan bagi peneliti di tanah air. Nah, pada kesempatan ini penulis akan berbagi pengalaman bagaimana taktik berburu beasiswa dan sponsor riset ke Jerman. Tulisan ini juga menjadi penutup kisah perjalanan penulis dalam belajar di Jerman hingga 14 Agustus 2022 ini. Semoga saja kumpulan tulisan tentang perjalanan di Jerman dan Swiss dapat dibukukan sebagai kenangan terindah dalam hidup ini. Hanya di satumejanews.id saya tergerak menulis berbagai kisah tersebut.

Jika ditanya kenapa ke Jerman? Jawaban singkatnya, negara ini selalu membuka peluang periset muda dari berbagai negara. Baik untuk untuk mencapai pendidikan doktor maupun untuk riset pasca doktor. Bidang riset juga terbuka luas mulai dari aspek keteknikan, informatika, farmasi, lingkungan, energi, jurnalistik, humaniora, sosial dan budaya, hingga pada aspek hukum.

Kendati juga terbuka peluang beasiswa untuk program master, namun tulisan ini kita akan fokuskan pada beasiswa untuk program doktor dan sponsor riset untuk pasca doktor. Dua peluang ini, program doktor dan pasca doktor, memberikan kesempatan kepada kandidatnya untuk lebih mandiri dalam bekerja (riset) dan ketersediaan dana sponsor yang lebih baik daripada besaran beasiswa untuk master. Ketua Tim Peneliti atau Kepala Departemen Riset. Juga riset yang dikerjakan akan umumnya langsung dibawah kendali Jika berada di lembaga penelitian, umumnya dipimpin oleh peneliti bergelar doktor saja, namun jika berada di universitas umumnya bergelar professor.

Kendati inti tulisan ini adalah berupaya mendapatkan tempat riset dan surat rekomendasi dari ketua tim atau profesor kemudian mengajukan diri ke pihak sponsor untuk mendapatkan beasiswa atau dana riset. Namun demikian untuk memperjelasnya, penulis membagi tulisan ini menjadi tiga bagian. Pertama, fokus pada persiapan diri terkait dengan kelengkapan administrasi pendidikan dan penyiapan portofolio dalam riwayat hidup. Kedua, rancangan proposal riset dan pencarian lembaga riset yang setema dengan minat riset sang kandidat. Ketiga, materi terkait dengan ragam sponsor, bidang yang dibiayai, serta alamat websitenya.

Persiapan Diri
Bagi pemirsa yang berminat melakukan riset doktor di Jerman perlu mempersiapkan diri dengan baik. Anda perlu memahami target yang hendak dicapai. Layanan Pertukaran Akademik Jerman (DAAD-Deutscher Akademischer Austauschdienst) memberikan tiga pilihan program. Pertama, riset ke Jerman yaitu untuk mendapatkan gelar doktor dari universitas. Kedua, program PhD sandwich yaitu kesempatan melakukan riset di Jerman namun gelar doktor diperoleh dari universitas di Indonesia. Ketiga, program riset pasca doktor (postdoc) bagi kandidat yang sudah bergelar doktor baik dari universitas dari Indonesia maupun dari Jerman. Bahkan untuk program postdoct ini dapat dibagi lagi menjadi dua katagori yaitu peneliti pemula (yunior researcher) dan peneliti senior (senior researcher). Pendek kata, sesudah mendapatkan gelar doktor maka sudah terbuka peluang luas untuk melanjutkan penelitian di Jerman.

Persiapan diri yang terpenting adalah publikasi sang kandidat baik ketiga menempuh program master dan doktor maupun pada saat bekerja di lembaga penelitian di Indonesia. Publikasi dalam bentuk artikel ilmiah yang diterbitkan di berbagai jurnal baik pada tingkat nasional maupun internasional akan menambah bobot penilaian riwayat hidup anda.
Persiapan lanjutan adalah penyusunan daftar riwayat hidup (CV-Curriculum Vitae). Pada CV ini seharusnya tercantum informasi singkat tentang nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, riwayat singkat pendidikan, kemudian pengalaman kerja, serta daftar publikasi ilmiah. Terkadang juga perlu disampaikan pengalaman riset baik ketika menjadi anggota ataupun ketua tim penelitian. Penulis menyarankan sang kandidat melakukan sinergi antara pengalaman kerja dengan publikasi ilmiah pada Cvnya supaya memudahkan pihak penilai.

Untuk memberikan kesan tampilan anda sebagai peneliti yang sedang meniti karir di dunia riset, maka sebaiknya kandidat juga terdaftar di sosial media khusus untuk peneliti, dosen atau pengajar di researchgate (ResearchGate), ORCID (ORCID), serta Academia.edu (Academia.edu). Jika anda sudah terdaftar di sosial media tersebut, maka anda harus mencantumkannya dalam CV.

Berdiskusi dengan pemilik perusahaan pengelola sampah organik kota-kota di selatan Swiss. Jacob Bösch Senior dan Yunior. Mereka telah kenal situasi sampah kota di Indonesia.

Proposal Riset dan Berburu Professor
Proposal riset merupakan kunci penting dalam penerimaan anda untuk riset di Jerman. Berbagai trik untuk menyusun proposal riset yang baik adalah harus sejalan dengan rancangan riset mereka. Ada nilai tambah bagi rancangan riset mereka. Ada perluasan implementasi konsep mereka, baik pada materi, lokasi maupun wilayah. Kata mereka ini adalah lembaga riset atau universitas.

Struktur proposal mencakup pendahuluan yang mengandung alasan kuat untuk melakukan riset anda. Metodologi yang berisi tata cara pelaksanaan riset yang mendayagunakan peralatan laboratorium yang ada, material, dan keluaran yang akan dihasilkan baik dalam bentuk inovasi teknik maupun material baru. Dalam proposal riset tersebut, anda juga wajib mensitasi artikel dari profesor atau ketua tim riset yang menjadi target anda. Ini akan menunjukkan bahwa anda memperhatikan perkembangan riset mereka. Terakhir adalah keinginan kuat untuk membuat publikasi dalam bentuk artikel ilmiah. Persyaratan terakhir mutlak harus ada. Tanpa ada target menulis dan menerbitkan artikel ilmiah maka proposal anda sulit untuk mendapatkan surat rekomendasi. Upaya anda pun akan gagal total.

Perburuan tempat riset di Jerman juga perlu ekstra hati-hati karena bidang riset yang tersedia sangat luas dan mendalam. Contoh sederhana adalah arang. Bagi orang awam, arang adalah komponen biomassa yang sempat terbakar dan menyisakan karbon berwarna hitam. Namun, dalam dunia riset komposisi karbon dan unsur-unsur yang tersisa tersebut perlu dianalisa lebih lanjut. Nah, akan menjadi unik lagi bahan baku yang digunakan bukan hanya kayu, tetapi beragam sumber seperti batok kelapa, sagu, poplar, dan sebagainya. Dampak lanjutannya adalah pencarian sumber bahan baku yang cocok untuk dijadikan karbon aktif untuk penyerapan unsur-unsur logam yang menjadi pencemar yang terlarut di air ataupun gas-gas yang menimbulkan bau dari sistem penjernihan udara.

Pencarian tempat riset yang cocok dapat dilakukan melalui internet dengan memperhatikan tema-tema riset mereka. Bahkan tak jarang proposal kita juga harus berubah dan menyesuaikan dengan penawaran riset yang mereka sediakan melalui pengumuman di websitenya. Kehadiran anda di berbagai seminar dan workshop juga merupakan kesempatan untuk berinteraksi dengan para peneliti senior. Interaksi ini dapat dilanjutkan menjadi riset di tempat mereka dan memudahkan untuk mendapatkan surat rekomendasi.
Jangan ragu untuk mengontak sebanyak mungkin profesor atau peneliti senior dan yakinkan bahwa rencana riset anda berguna utk pengembangan iptek bahkan bermanfaat bagi negara.

Sumber Sponsor
Pemberi beasiswa dan sponsor riset yang umumnya dikenal di Indonesia dan terkenal di setiap universitas di Jerman adalah DAAD (German Academic Exchange Service – DAAD). Lembaga ini memberikan persyaratan penting berupa rekomendasi dari profesor atau Pimpinan Lembaga Riset yang dituju, kemudian proposal riset serta CV, kemudian salinan ijazah doktor yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris atau Jerman. Rincian persyaratan untuk doktor dan riset dapat anda baca di websitenya yang tertaut ditulisan ini.

Lembaga ini juga disebut Institut Studi Lanjut atau dikenal sebagai Insitute Advance Study (Hanse-Wissenschaftskolleg – Fellowship Program (hanse-ias.de ) hanya memberikan sponsor selama 3-10 bulan namun selain memberikan biaya hidup, juga memberikan biaya dan fasilitas riset, presentasi dan publikasi serta lainnya. Bidang kajian juga yang dibiayai adalah kesehatan, ilmu kebumian dan energi, serta seni dan kepustakaan. Anda juga dapat mempelajari persyaratan dan jadwal penerimaaan aplikasi di websitenya.

Alexander von Humboldt Foundation merupakan sponsor yang bergengsi di Jerman dan juga patut dicoba karena pendanaan riset untuk pasca doktor cukup besar. Alamat websitenya adalah Alexander von Humboldt Foundation – Alexander von Humboldt-Foundation dan terbuka luas bidang risetnya mulai dari keteknikan, sosial, hukum hingga ke sistem dan teknologi informasi.

Penulis menyarankan anda harus membaca persyaratan setiap lembaga yang menjadi sponsor riset atau penyedia beasiswa program doktor. Termasuk anda harus melakukan tertib administrasi dalam pengurusan visa dimulai masa berlakunya paspor harus lebih dari satu tahun untuk mendapat visa tinggal. Tipe visa tersebut akan memudahkan anda untuk mendapatkan izin tinggal di Jerman ketika berurusan dengan kantor administrasi wilayah setempat yang disebut Rathaus atau kantor walikota. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat. Terimakasih.(*)

Artikulli paraprakPuluhan Rumah di Sangatta Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Sekitar Rp 10 M
Artikulli tjetërFaisal Jadi Wakil Ketua KAHMI Kutim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini