Beranda Kutai Timur Zubair: Kolaborasi Tiga Pihak Kunci Terciptanya Masyarakat Mandiri

Zubair: Kolaborasi Tiga Pihak Kunci Terciptanya Masyarakat Mandiri

760
0

Satumejanews.id. SANGATTA – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim H Zubair, mengatakan, kolaborasi tiga pihak antara pemerintah, swasta dan masyarakat merupakan kunci menuju kemandirian Kutai Timur (Kutim).

Hal itu disampaikan Zubair saat mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Selasa (8/11/2022), pada acara Pembukaan Welding Development Program (WDP) yang diikuti 16 orang pemuda di Kutim. Kegiatan itu merupakan kerjasama PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Sanggar Sarana Baja (SSB) dan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri Kutai Timur.

“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha merupakan tiga pilar pokok untuk mendukung good governance. Ini sudah berjalan saat ini. Kita lihat KPC dan SSB, telah mendukung pemerintah dalam kegiatan WDP ini,” kata Zubair.

Zubair lebih lanjut menyatakan, kolaborasi tiga pihak adalah kunci untuk mempercepat pembangunan. “Endingnya, tentu saja untuk menciptakan masyarakat mandiri, jadi butuh kolaborasi tiga pihak tadi,” kata Zubair.

Untuk itu, Zubair menyampaikan apresiasi tinggi atas peran KPC dan SSB dalam program WDP ini. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KPC dan SBB. Dan tentu saya ucapkan terima kasih atas perannya mempersiapkan tenaga kerja skill Kutai Timur,” kata Zubair.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Kutim Jayadi. Menurut Jayadi, KPC dan SSB, telah memperhitungkan secara cermat kebutuhan pasar tenaga kerja dengan menyiapkan silabus pelatihan kepada peserta WDP, sehingga bersertifikasi nasional.

Hal itu disampaikan Jayadi karena nantinya, para peserta WDP ini akan mengikuti proses sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk kategori model pengelasan 3G FCAW atau pengelasan vertical. “Ini luar biasa. Teman-teman di KPC dan SSB ini, sudah memikirkan para lulusan ini kedepanya. Peserta ini dipersiapkan menjadi tenaga skill dengan standar nasional. Terima kasih untuk upaya yang luar biasa ini,” kata Jayadi.

Secara keseluruhan, WDP tahapan pertama ini akan menghabiskan waktu 56 hari kerja. Terdiri dari Basic Mentality Training selama 2 hari, diikuti dengan Basic Welding Training selama 2 hari dan dilanjutkan dengan Basic Welding Training selama 10 hari.

Tahap berikutnya berupa proses sertifikasi BNSP untuk 3G FCAW selama 2 hari dan terakhir Pelaksanaan OJT di lokasi SSB selama 40 hari. Para peserta pelatihan akan dilatih secara langsung oleh welding instructor  dari SSB dan Muhammail sebagai trainer dari BLKI.(adv/*)

Artikulli paraprakSepak Bola Porprov XI : HSS dan Tanbu Pastikan ke Semifinal,  Dua  Tim Lainnya Bersaing Ketat Hari Ini
Artikulli tjetërKomitmen Faizal di Pencak Silat, Raih Emas tak Harus Datangkan Atlet Luar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini