Ketua DPRD Kutim Jimmi (ist)
Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Kutai Timur (Kutim) yang berusia 27 tahun pada 12 Oktober 2026 ini, masih memiliki berbagai persoalan yang perlu dicarikan solusinya ke depan. Sehingga pelaksanaan pembangunan dan pemerataanya maupun kesejahteraan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik.
Menurut Ketua DPRD Kutim Jimmi, salah satu yang mendesak untuk dilakukan adalah, pengembangan SDM di tengah pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang berlangsung di daerah ini. Hal ini merupakan pekerjaan rumah yang harus dijalankan secara berkelanjutan agar Kutim terus maju dan berkembang.
“Tantangan Pembangunan di daerah ini adalah peningkatkan kualitas SDM dan pemerataan infrastruktur hingga wilayah pedalaman,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS ini, usia menghadiri apel HUT ke-27 Kutim di halaman kantor Bupati, Senin (12/10/2026).
Dikatakan, yang paling utama adalah meningkatkan kualitas SDM di tengah-tengah eksploitasi sumber daya alam. Ia menilai, penguatan SDM menjadi tanggung jawab bersama yang perlu dilakukan dari tahun ke tahun. Dengan demikian, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan kekayaan alam, tetapi juga diiringi peningkatan kualitas masyarakat.
Selain pengembangan SDM, Jimmi menyoroti luas wilayah Kutim yang menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan. Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah pedalaman.
“Memang tantangannya karena luasnya Kabupaten Kutim, mungkin perlu pembangunan infrastruktur. Salah satunya, infrastruktur yang paling utama dalam pembangunan itu harus diwujudkan,” katanya.
Menurut Jimmi, konektivitas ant wilayah perlu diperkuat agar masyarakat di berbagai kecamatan dapat terhubung secara terintegrasi. Pemerataan infrastruktur tersebut menjadi salah satu harapan dalam mendorong kemajuan Kutim ke depan.
Momentum HUT ke-27 Kutim pun diharapkan menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah perlu terus diarahkan pada peningkatan kualitas SDM dan konektivitas wilayah, sehingga manfaat pembangunan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata. (lin)


























