Beranda Kominfo Kutim Kemampuan Keuangan Terbatas, Rizali : Perlu Kolaborasi dengan Swasta untuk Dukung 50...

Kemampuan Keuangan Terbatas, Rizali : Perlu Kolaborasi dengan Swasta untuk Dukung 50 Program Unggulan

329
0

Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Kepala Forum Multipihak (Formika) Kutai Timur (Kutim) Rizali Hadi mengatakan, untuk mendukung 50 pogram unggulkan Bupati dan Wakil Bupati Kutim diperlukan peran swasta. Sehingga kolborasi dengan dunia usaha menjadi sangat penting, sebagai salahs atu alternatif.

“Jika hanya mengandalkan keuangan pemerintah, tentunya tidak bisa semuanya terealisasikan, mengingat kemampuan kondisi fiskal daerah belakangan terus berkurang,” ujar Rizali Hadi yang juga sebagai Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutim ini.

Menurutnya, alternatifnya, pelru dilakukan kolaborasi dengan dunia usaha, guna mendukung program pembangunan yang memiliki ruang kerja sama. Sehingga pihak swasta tetap memiliki peran dalam menjembatani terkait hal ini.

Kemudian bisa dilakukan evaluasi berbasis kemampuan fiskal dan manfaat program. Sehingga pemerintah diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program unggulan tanpa mengabaikan kondisi keuangan daerah

Dikatakan, perencanaan pembangunan harus berjalan beriringan dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Pemerintah dapat menyusun berbagai program dengan target besar. Namun, tanpa dukungan anggaran yang memadai, pelaksanaannya akan menghadapi tantangan.

“Kalau kita bicara tentang perencanaan, itu pasti harus berbanding lurus dengan rupiah. Kita boleh punya perencanaan banyak, perencanaan yang bagus, tetapi kalau tidak didukung rupiah yang memadai, kan berat,” ujar Rizali.

Karena itu, menurutnya, pelaksanaan 50 program unggulan perlu dilihat kembali untuk lima tahun ke depan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah.

Evaluasi tersebut bukan berarti seluruh program harus dihentikan. Sejumlah program telah berjalan dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehingga perlu dilihat berdasarkan capaian, manfaat dan kemampuan pembiayaannya.

Rizali menyebut program yang sudah berjalan dan memberikan manfaat kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam proses evaluasi.

“Di beberapa program kan sudah running dan ada banyak yang sudah dirasakan manfaatnya,” katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu melihat kembali program mana yang dapat terus dilanjutkan, mana yang perlu disesuaikan dan bagaimana tahapan pelaksanaannya agar tetap realistis dengan kemampuan daerah. (adv/sm2)