Beranda Olahraga Talenta Muda Spanyol yang ‎Pulangkan Belgia Lewat Dua  ‎Aksi Sambaran Bola Muntah

Talenta Muda Spanyol yang ‎Pulangkan Belgia Lewat Dua  ‎Aksi Sambaran Bola Muntah

559
0

‎‎PESTA sepak bola Piala Dunia 2026 di Benua Amerika belum berakhir. Malah semakin memanas seiring aksi para talenta muda Spanyol menamatkan duel kontra Belgia, 2-1 (1-1), pada babak delapan besar di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, Sabtu (11/7/2026) dini hari WITA.

‎‎Hasil ini memastikan La Roja atau La Furia Roja — julukan timnas Spanyol — lolos ke empat besar atau babak semifinal. La Furia Roja (Si Merah yang Mengamuk) dari Negeri Matador itu sudah ditunggu Les Blues Prancis yang menyingkirkan Maroko, 2-0.

‎‎Sebaliknya, Belgia pun mau tak mau harus angkat koper lebih awal. Harus pulang duluan ke ibu kota negaranya di Brussel sebelum pesta sepak bola akbar usai dengan membawa ratapan kekalahan 1-2 atas aksi-aksi para talenta muda Spanyol yang memang aduhai gesit, cerdik dan  menjanjikan itu.

‎‎Menariknya, dua gol Spanyol yang menerjang gawang Belgia pada laga dini hari tadi justru lahir dari aksi talenda muda Spanyol. Proses keduanya sama ketika Fabian Ruiz dan Mikel Merino menyambar bola muntah dari tangkapan kiper utama Belgia, Thibaut Courtois dan kiper penggantinya, Sene Lammens.

‎‎Gol pertama La Roja dibuka Fabian Ruiz menit ke-30. Berawal dari operan Lamine Yamal dari sayap kanan, Dani Olmo yang menerimanya melakukan tendangan keras menyusur tanah dan bola muntah dari dekapan Courtois itu langsung disambar Ruiz, gol. Sorak sorai fans La Roja pun sontak membahana.

‎‎Namun,  Belgia bukan tim “uyuh”. Bukan tak  mampu memberi perlawanan, melainkan tim berjuluk “Setan Merah” atau dalam Bahasa Prancis disebut “Les Diables Rouges” itu pun bermain bagus dan sangat disiplin. Bahkan, Belgia juga mampu menaklukkan kiper andalan Spanyol, Unai Simon, lewat aksi De Ketelaere yang menanduk bola lambung menit ke-41.

‎‎Sejurus kemudian, para skuad Spanyol terus mengepung Belgia. Tapi, solid dan disiplinnya pertahanan tim itu membuat Lamine Yamal kesulitan menembus dari berbagai sisi. Bahkan, kiper Courtois terus berjibaku sampai-sampai ia tergeletak cidera dan harus digantikan Lammens.

‎‎Penggantian Courtois tak mengendurkan tekanan La Roja dari berbagai sisi. Namun, Cubarsi yang menguasai bola di luar kotak  16 melakukan tendangan datar dan keras  menyusur tanah gagal didekap Lammens. Bolanya pun muntah dan langsung disambar Mikel Merino dan gol menit ke-88.

‎‎Sorak sorai pun kembali bergemuruh. Lantas selepas skor 2-1 itu,  Belgia menarik beberapa pemain, termasuk memasang striker gaek Lukaku. Mereka pun coba menekan lewat serangan balik, tapi benteng pertahanan Spanyol terlalu tangguh, dan  tak ada lagi gol sampai peluit panjang dibunyikan wasit.

‎‎Kini,  Spanyol dengan seabrek pemain bertalenta muda sebagai penerus generasi Carles Puyol, David Villa, Andres Iniesta, Fabregas yang mengangkat tropi Piala Dunia pada 2010 di Afsel itu bersiap dan konsentrasi menghadapi partai semifinal pertama kontra Les Blues Prancis.

‎‎Sedang dua tiket partai semifinal keduanya masih akan diburu empat tim yang bakal berseteru berat di perempat final mulai subuh dan Minggu pagi ini, 12 Juli 2026. Empat tim yang bakal berebut dua tiket tersisa itu Norwegia vs Inggris (pukul 05.00 WITA), dan Argentina kontra Swiss mulai pukul 09.00 WITA melalui siaran langsung TVRI. (foto : live TVRI/jjd).