Beranda Kutai Timur Polres Kutim Bantu Korban Terkam Buaya, Ingatkan Masyarakat Berhati-hati

Polres Kutim Bantu Korban Terkam Buaya, Ingatkan Masyarakat Berhati-hati

273
0

Satumejanews.id. KUTAI TIMUR  – Kepedulian dan empati ditunjukkan jajaran Polres Kutai Timur terhadap korban serangan buaya yang terjadi di kawasan Dermaga Baru Kenyamukan, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Rabu (13/5/2026).

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto memberikan tali asih dan dukungan moril kepada Andi Alifiansyah (13), pelajar SMP yang menjadi korban gigitan buaya, melalui Kapolsek Sangatta Utara, Iptu Bambang Eko.

Pemberian tali asih dilakukan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya kepada korban dan keluarga yang tengah menghadapi musibah. Selain memastikan kondisi korban mendapatkan penanganan medis yang baik, Kapolres Kutim juga memberikan semangat agar korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Diketahui, korban mengalami luka robek pada bagian kaki kiri akibat gigitan buaya saat turun ke sungai kecil untuk mengambil layangan yang putus. Beruntung, korban berhasil diselamatkan oleh rekannya yang sigap menarik korban ke tepian saat buaya berusaha menyeretnya ke dalam air.

Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke RSPKT Sangatta untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto mengatakan bahwa kehadiran polisi tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga memberikan rasa empati dan dukungan kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami ananda Andi Alifiansyah. Semoga korban segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Tali asih ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan moril dari Polres Kutai Timur kepada korban dan keluarganya,” ujar Fauzan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar bantaran sungai maupun kawasan perairan yang berpotensi menjadi habitat buaya, terlebih bagi anak-anak yang bermain tanpa pengawasan orang tua.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan tidak bermain atau beraktivitas terlalu dekat dengan sungai. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tambahnya.

Peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga Sangatta dan menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi ancaman satwa liar di kawasan perairan Kutai Timur. Polisi bersama instansi terkait juga terus melakukan koordinasi guna meningkatkan langkah antisipasi demi keselamatan masyarakat. (*)