Beranda Kominfo Kutim Festival Magic Land 2025, Jadi Ruang Pertemuan dan Perkuat Regenerasi Seni dan...

Festival Magic Land 2025, Jadi Ruang Pertemuan dan Perkuat Regenerasi Seni dan Budaya Kutim

391
0

SANGATTA- Festival Magic Land Kutim 2025 tidak hanya sekedar agenda tahunan, tetapi telah berkembang menjadi ruang pertemuan lintas generasi yang memperkuat regenerasi seni dan budaya di Kutim.

Melalui festival ini, berbagai kelompok masyarakat  mulai dari pelajar, komunitas seni, hingga pelaku budaya diberikan pada momentum tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menampilkan kreativitas sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah mengatakan, Festival Magic Land kini telah menjadi panggung yang membuka peluang besar bagi talenta lokal untuk menunjjukan kemampuan mereka. Menurutnya, kegiatan ini juga  membuktikan bahwa seni budaya tidak hanya dijaga pemerintah daerah, tetapi akan terus tumbuh karena adanya partisipasi langsung dari masyarakat.

Dikatakan, Kutim memiliki kekayaan yang cukup luar biasa. Di antaranya budaya dan masyarakat yang penuh kreativitas. Festival ini hadir sebagai ruang untuk menampilkan karya sekaligus memperkuat identitas kebudayaan daerah,” ucap Padliansyah

“Kutim memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan masyarakat yang penuh kreativitas. Festival ini hadir sebagai ruang untuk menampilkan karya mereka sekaligus memperkuat identitas kebudayaan daerah,” jelas Padli, panggilan akrabnya.

Menurutnya, gelaran yang sudah memasuki tahun kedua penyelenggaran ini di rancang untuk mendukung pemajuan budaya yang di canangkan oleh pemeirntah daerah sebagai bagain dari upaya pelestarian budaya lokal. Meskipun di gelar dengan konsep yang cukup sederhana, namun festival ini tetap mempu menyedot antusiasme masyarakat yang ingin secara langsung melihat beragam pertunjukan yang akan di gelar selama tiga hari kedepan.

“Niat kita sudah jelas, bahwa Festival ini akan di jadikan sebagai ruang berkumpul seluruh penggiat budaya di Kutai Timur, dengan dorongan dari masyarakat, kegiatan ini akan terus di gelar dan terus berkembang,” ucap Padliansyah Optimis

Selama festival berlangsung, berbagai penampilan seni mengisi panggung. Mulai dari lomba-lomba kreatif hingga pertunjukan komunitas budaya yang menjadi daya tarik tersendiri. Bagi generasi muda, festival ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana belajar mengenal kearifan budaya lokal. (adv/sm3)