Beranda Kominfo Kutim Smart City Bukan Sekadar Program, Tapi Keniscayaan di Era Digital

Smart City Bukan Sekadar Program, Tapi Keniscayaan di Era Digital

370
0

Satumejanews.id. SANGATTA- Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pamkesra Setkab Kutim Trisno mengatakan, meski belum sepenuhnya mampu melaksanakan  secara keseluruhan, Pemkab Kutim sudah mampu menjalankan satu dari 6 pilar utama  Smart City yakni Smart Governance.

”Saya kira Kutim sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan terkait program Smart City yang diinisiasi Diskominfo Staper terkait pelayanan publik. Meskipun ada beberapa yang terus didorong, di antaranya integrasi yang harus dioptimalkan,”ujarnya saat mengadiri sosialisai program Smart City di ruang Pelangi, Hotel Roya Victoria, Sangatta, Senin (10/11/2025) pagi.

Smart City ini menurut Trisno, bukan hanya program semata, namun menjadi sebuah kiniscayaan (hal yang tidak bisa dihindari). Berkaca pada visi dan misi  yang diusung Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi yang ingin menjadikan Kutim HEBAT 2045. Maka perlu adanya inovasi yang membutuhkan adaptasi serta perkembangan zaman.

”Terlebih saat ini kita sudah memasuki jaman digital. Sehingga kita perlu memanfaatkan tekhnologi untuk bisa memberikan pelayan secara optimal kepada masyarakat. Samrt City bukan hanya program kosong tapi sebuah keniscayaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kadiskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H Siburian mengatakan, progam Smart City menjadi salah satu solusi dalam pembangunan yang di lakukan Pemerintah Kutim yang memanfaatkn sumber daya alam yang cukup besar di dukung dengan posisi strategis dn arah pembangunan industri, diverifikasi serta keberlanjutan.

”Program Smart City bukan hanya program kerja kami (Diskominfo Staper), namun program bersama yang membutuhkan peran serta elemen dalam mewujudkan Smart City di Kabupaten Kutim,” ujarnya.

Kegiatan yang didinisiasi Diskominfo Staper Kutim  ini berlangsung sehari dan  menghadirkan narasumber dari progam studi informatika Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Prof Dr Hamdani dan Muhhamad Zulfaiansyah, SKom MT. (adv/sm3)