Beranda Kutai Timur DPPKB Kutim Road Show ke TVRI dan RRI Samarinda

DPPKB Kutim Road Show ke TVRI dan RRI Samarinda

375
0

Satumejanews.id. SAMARINDA – Dalam upaya mengoptimalkan publikasi program strategis, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim), Achmad Junaidi B, melakukan roadshow ke Kantor RRI Samarinda dan Stasiun TVRI Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (4/3/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari Standard Operating Procedure (SOP) podcast, teknik siaran dan streaming, produksi program, hingga menjajaki peluang kerja sama kelembagaan.

Achmad Junaidi mengungkapkan pihaknya ingin membangun kolaborasi lintas sektor yang tidak semata-mata bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Intinya bagaimana kita membangun kolaborasi lintas sektor, terutama dunia usaha di industri. Mereka membutuhkan branding atas kegiatan mereka di lapangan, yang selama ini selaras dengan tugas kami di bidang pengendalian penduduk dan percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Ia mencontohkan PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang telah tiga kali menggelar kegiatan verifikasi data di lapangan. Menurutnya, kegiatan positif perusahaan tersebut perlu dipublikasikan agar diketahui publik. “Ke depan kami akan memfasilitasi kerja sama TVRI dengan perusahaan-perusahaan di Kutai Timur. Tidak menutup kemungkinan DPPKB juga akan menjalin kerja sama dengan TVRI agar seluruh kegiatan kami terpublikasi dengan baik,” tambah Junaidi.

Ia juga menyebutkan rencana tindak lanjut berupa pembuatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan lembaga penyiaran publik. “Setelah ini, secepatnya mungkin kami akan berkoordinasi dengan Pak Bupati. Jika ada instruksi, seluruh OPD yang ingin mempublikasikan programnya melalui TVRI, kami siap. Apalagi DPPKB telah memiliki ruang media sendiri, Bangga Kencana, yang membutuhkan sinergi pemberitaan dengan kualitas yang bagus,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun TVRI Kaltim, Febriani, mengapresiasi langkah inovatif DPPKB Kutim. Ia menilai langkah kolaborasi dengan perusahaan swasta di tengah efisiensi anggaran adalah terobosan yang patut dipublikasikan secara luas. “Ini materi yang sangat pantas diketahui masyarakat, tidak hanya di Kaltim tapi juga nasional. Apa yang dilakukan Pak Junaidi bisa menjadi contoh daerah lain dalam pengetasan kemiskinan,” puji Febriani.

Febriani juga menyoroti pentingnya dukungan peralatan dan infrastruktur siaran. Ia menawarkan pelatihan teknis bagi pengelola studio DPPKB. “Kendala di dunia penyiaran biasanya pada pemutakhiran peralatan dan kondisi eksternal seperti listrik. Di TVRI, kami memiliki genset besar untuk mengantisipasi pemadaman. Namun, tantangan terbesar adalah blank spot area di sejumlah daerah Kaltim akibat faktor geografis,” jelasnya.

Febriani menambahkan pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengatasi blank spot, terutama menjelang gelaran Piala Dunia yang hanya bisa disiarkan oleh TVRI melalui pesawat televisi. “Kutai Timur harus bisa menangkap siaran kami. Jika Pemkab dapat membantu penyediaan pemancar, masyarakat bisa menyaksikan siaran Piala Dunia sekaligus program-program seperti dari DPPKB yang ditayangkan secara nasional,” harapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Stasiun RRI Samarinda, Siti Saras Wulan, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif DPPKB Kutim. “Kami siap berkolaborasi dan mendukung publikasi program-program pemerintah, khususnya dalam percepatan penurunan stunting,” singkatnya. (sm4)