Beranda Kalimantan Selatan Tekan Risiko Kecelakaan Proyek ‎Konstruksi, Dinas PUPR HST ‎Gelar Seminar K3 dan...

Tekan Risiko Kecelakaan Proyek ‎Konstruksi, Dinas PUPR HST ‎Gelar Seminar K3 dan SMKK

368
0

‎‎Satumejanews.id. BARABAI — Keselamatan kerja kini menjadi salah satu fokus utama pembangunan infrastruktur di Hulu Sungai Tengah (HST). Karena itu, Dinas PUPR HST menggencarkan pembinaan sertifikasi K3 dan audit SMK3 bagi pelaku jasa konstruksi untuk menekan risiko kecelakaan proyek.

‎‎”Pembangunan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh anggaran dan pelaksanaan pekerjaan, tetapi juga kemampuan pelaku jasa konstruksi memenuhi aspek keselamatan kerja, mutu, dan kepatuhan terhadap peraturan,” ujar Kepala Dinas PUPR HST, H. Syahidin pada Seminar K3, SMKK di Aula Hotel Istiqamah Barabai, Senin (13/7/2026).

‎‎Syahidin menyebut, budaya keselamatan kerja harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan pada setiap proyek. Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), SMKK (Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi), audit SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja), hingga prosedur riksa uji (pemeriksaan dan pengujian) peralatan wajib dipahami oleh seluruh pelaku jasa konstruksi.

‎”Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas peserta dalam menerapkan standar keselamatan kerja. Selain itu, pembinaan juga mendorong kepatuhan terhadap ketentuan penyelenggaraan jasa konstruksi,” sebutnya.

‎‎Menurut dia, koordinasi antara pemerintah dan pelaku jasa konstruksi perlu terus diperkuat. Dengan begitu, penerapan budaya keselamatan kerja dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

‎‎Syahidin berharap, melalui pelatihan dan pembinaan yang dilaksanakan para peserta mampu menjadi penggerak budaya K3 di lingkungan kerjanya. Sehingga, kualitas proyek meningkat dan risiko kecelakaan kerja dapat ditekan.

‎‎Lantas, Bupati HST Samsul Rizal yang diwakili Sekretaris Kabupaten (Sekkab),  H Muhammad Yani menyambut baik kegiatan Seminar dan Sosialisasi Program Sertifikasi dan Pembinaan K3 Tahun 2026 ini.

‎”Kegiatan ini sejalan dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Bumi Murakata dan mendorong penerapan keselamatan kerja dalam setiap kegiatan,” kata Yani.

‎‎Senada, salah satu peserta asal Kabupaten Tabalong, Wilis, juga mengapresiasi kegiatan yang digelar Dinas PUPR HST. Ia menyebut, keselamatan kerja merupakan aspek yang tidak boleh diabaikan dalam setiap proyek.

‎‎”Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Karena itu saya datang dari Tanjung untuk mengikuti pelatihan ini. Kami mendapat banyak pengetahuan tentang aspek keselamatan kerja, mulai dari peralatan, personel, hingga lokasi pekerjaan,” ujar pria 26 tahun itu kepada awak media.

‎‎Seminar ini sendiri menghadirkan narasumber dari Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah III Kalsel, Muhammad Surya Jagat, Pusat Pembinaan Pelatihan dan Sertifikasi Mandiri (P3SM) Julius Oemar, serta Mhd Febrizon. ‎‎Pesertanya sebanyak 30 orang. Terdiri dari aparatur Dinas PUPR HST dan perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK). Turut pula hadir perwakilan Pemkab di wilayah Banua Anam, Pemprov Kalsel, serta Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin. (adv-msb/jjd).