Satumejanews.id. BARABAI — Stop! Kali ini, kisruh menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel, bermasalah. Viral dan menjadi cibiran sejumlah orang tua murid yang menyoal menu MBG tidak layak dan tidak standar.
Keluhan itu ramai di berbagai media sosial. Terpantau media ini memicu banyak komentar sumbang. Malah ada postingan yang memerlihatkan satu paket MBG hanya berisi satu roti, satu susu kemasan, dan pisang yang disebut masih mentah. Kualitas dan kesesuaian anggaran per porsi yang mencapai 13 hingga 15 ribu rupiah pun menjadi pertanyaan.
”Kalau benar Rp15 ribu per porsi, ini tidak masuk akal. Ini bahkan tidak cukup untuk satu kali makan layak,” ujar warga Barabai yang meminta identitasnya tak dipublikasikan, Rabu (25/2/2026).
Tak cum itu. Ia menyebut, ada juga paket MBG untuk tiga hari yang hanya berisi tiga pisang dan roti. “Kondisi ini tidak hanya mengecewakan, tapi berpotensi mengabaikan kebutuhan gizi anak-anak sekolah,” jelasnya.

Menyikapi ihwal itu, Pemkab HST pun tak diam. Langsung menggelar Rapat Koordinasi di Aula Bapperinda HST, Kamis (26/2/2026), yang dihadiri unsur Forkopimda, instansi terkait, para Camat, Komando Cabang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) HST, seluruh SPPG se-HST, serta semua mitra dapur MBG.
Wakil Bupati HST, H Gusti Rosyadi Elmi, dalam arahannya menegaskan, kejadian ini menjadi pembelajaran dan bahan evaluasi bersama. “Saya tidak ingin menghakimi atau menyalahkan, namun dengan kita duduk bersama, maka kita bisa mencari solusi permasalahan ini,” ujarnya.
Ia menekankan, Program MBG ini harus benar-benar memerhatikan kualitas dari menu yang diberikan. Seluruh pengelola dapur juga diminta bersikap kooperatif, dan mengikuti arahan pemerintah daerah demi kelancaran pelaksanaan program MBG.

”Kami berharap setiap dapur kooperatif, terbuka terhadap evaluasi, dan menjalankan standar yang telah ditetapkan. Tujuan kita sama, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ucap Wabup Gusti Rosyadi.
Lantas, Kepala Koordinator SPPG HST, Sa’dillah, menyampaikan permohonan maaf terkait adanya sebagian menu yang tidak sesuai dan belum memenuhi standar. “Kami berjanji dalam hal ini akan memerbaiki lagi ke depan standar menu yang diberikan,” ucapnya di hadapan awak media.
Ia mengaku, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan SPPG pusat. Sudah menyampaikan laporan secara berjenjang. “Nanti kita tunggu beberapa hari kemudian apa yang akan diberikan sanksi terkait keteledoran, ya. Kami menyebutnya sebagai keteledoran,” ujar Sa’dillah.
Ia kemudian memaparkan anggaran setiap paket MBG. Paket terbagi dua porsi, yakni besar dengan anggaran 15 ribu dan kecil 13 ribu. Penerima manfaatnya pun dibedakan, dari kelas 4 SD sampai SMA itu menu besar, dari kelas 3 SD ke bawah menu kecil.

”Untuk paket 15 ribu, komponennya terdiri dari 3 ribu untuk operasional dapur, mulai dari listrik, air, bensin dan lain sebagainya, termasuk peralatan kantor. Lalu, 2 ribu insentif yang akan diberikan kepada mitra sebagai biaya sewa. Sisa 10 ribu inilah yang digunakan sebagai bahan baku yang diolah,” terangnya.
Sementara untuk porsi kecil komposisinya juga demikian. Di dalamnya terdapat tiga komponen. 5 ribu dipakai untuk operasional dan sewa. Sehingga, tersisa 8 ribu yang digunakan untuk membeli bahan baku.
”Ini menjadi teguran bagi kami dari KSPPG-KSPPG untuk lebih meningkatkan mutu produk, agar bagaimana ketika sampai kepada si penerima manfaat itu menjadi bagus,” katanya berlalu. (*msb/jjd)


























