Satumejanews.id. BARABAI — Kekalahan Barabai FC, 1-2 (1-1), dari tuan rumah Persemar Martapura pada match final Liga 4 PSSI Kalsel 2025/2026 disebut wajar. Harus diterima dengan sportif dan tak ada yang perlu diratapi karena Barabai FC, HST, sendiri sebagai tim tamu.
”Kita sebagai tim tamu tentu ada hal-hal non teknis yang ikut memengaruhi. Kekalahan dalam permainan ini wajar, dan kita bersyukur Barabai FC bisa juara 2 (runner-up) Liga 4 PSSI Kalsel 2025/2026 ini,” ucap pemilik (owner) Barabai FC, H Mukarram kepada media ini.
Bicara selepas match final Selasa itu, 17 Februari 2026, Mukarram tetap ceria. Tak ada raut kekecewaan bersama rekan setianya, H. Firman Ridani, Askab PSSI HST, H Sa’adillah, termasuk mantan punggawa PS. Persepan Pantai Hambawang dan Gasib Barabai, Asy’ari Ibrahim.

Mukarram yang juga Kabag Kesra Setkab HST itu mengaku bersyukur, karena sukses Barabai FC ini merupakan kali pertama diraih setelah 16 tahun berkiprah di persepakbolaan Kalimantan. “Benar, sejak berdiri Barabai FC (bukan Gasib Barabai — Red) tahun 2010, baru kali ini kita berprestasi sampai ke final,” jawab Mukarram dan diiyakan Firman Ridani dan Asy’ari Ibrahim.
Menariknya, sukses Barabai FC di Liga 4 Kalsel musim 2025/2026 ini sebagai tim tak diperhitungkan. Tim “Kota Apam” itu seolah hanya dikerling sebelah mata oleh tim-tim elit nan padat modal seperti Putra Plaosan Martapura (PPM), misalnya, Persenus WK (Wasaka Kalimantan) dengan Hasnur Groupnya atau Persemar sendiri untuk lolos dan bicara sampai final.
Namun, prediksi itu terbalik. Faktanya, Barabai FC yang ditangani coach Sardiani itu dalam melakoni kompetisi Liga 4 Kalsel yang diformat “full competition” (kompetisi penuh) justru menjadi satu-satunya tim Hulu Sungai yang lolos babak penyisihan (2 putaran), babak 6 besar (2 putaran), semifinal hingga final, selain Perseka, HSS (tersisih di 6 besar), dan Perseam Amuntai, HSU (tersingkir lebih awal).

Terkait kekalahan Jamidi dkk di match final, Mukarram Cs menyebut, anak-anak Barabai FC sudah main bagus dan maksimal di babak pertama dengan skor 1-1. Namun, babak kedua agak menurun, terutama seusai gol penentu Persemar yang dicetak oleh Reza Yanuari Karo Karo lewat tendangan datar dan keras dari luar kotak 16 itu.
”Anak-anak sudah bermain bagus di babak pertama. Wasit juga bagus. Tapi, babak kedua selepas gol itu, permainan Jamidi dkk rusak, dan wasit pun cenderung menguntungkan tuan rumah,” ujar Asy’ari Ibrahim.
LOLOS KE LIGA 4 NASIONAL
Asy’ari pun tak memasalahkan lagi kekalahan Barabai FC dengan skor tipis itu. Ia bersama Mukarram dan lainnya malah bersyukur, karena Barabai FC dengan predikat runner-up juga lolos ke babak 64 tim Liga 4 nasional.

”Saya sudah tanya Sekretaris Umum (Sekum) Asprov PSSI Kalsel, H Baktiansyah tentang tim yang lolos mewakili Kalsel ke Liga 4 nasional. Bakti bilang ada dua tim yang akan mewakili Kalsel ke Liga 4 tingkat nasional, juara 1 dan juara 2,” Asy’ari menirukan pembicaraannya dengan Baktiansyah ke media ini.
Benarkah ada dua tim yang lolos, Pak Bakti? “Begini, yang pasti satu tim juara nanti lolos. Sedang satu tim lagi masih kita lihat regulasinya,” jawab Bakti ke media ini sesaat sebelum duel match final Persemar kontra Barabai FC tersebut.
Tapi, selepas match final itu, Bakti yang dikonfirmasi ulang apakah Barabai FC lolos sebagai runner-up, ia yang “Urang HST” jua asal Haruyan itu hanya tersenyum. “Insya Allah,” jawabnya selepas menyalami para petinggi, pelatih, pemain dan ofisial Barabai FC saat masih di SDL Martapura itu.
Menurut Bakti, babak Liga 4 nasional dijadwalkan PSSI akan berputar mulai April 2026. Sedang kouta pesertanya ditetapkan 64 tim dari seluruh Indonesia, termasuk Kalsel yang berupaya menambah jumlah wakil lebih dari satu, dua, atau syukur-syukur sampai tiga tim nanti. (jjd)

























