Satumejanews.id. KANDANGAN — Astaga! Kebakaran hebat melanda perkampungan penduduk di Jalan Lettu Aliansyah Desa Gumbil RT. 03, RW. 02, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten HSS (Hulu Sungai Selatan), Kalimantan Selatan, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.
Tidak ada korban jiwa dan luka-luka dalam musibah ini. Tapi, kebakaran hebat di saat musim kering kerontang dan cuaca kabut asap tebal Karhutla ini menghanguskan lima rumah warga. Semua rumah yang sebagian besar dari bangunan kayu itu ludes terbakar 100 persen.

”Kobaran apinya cepat sekali membesar dan membakar perabotan rumah. Apalagi saat ini ‘kan musim kering kerontang dan sedikit saja terjadi percikan api bisa cepat berkobar dan menjalar,” ucap para saksi mata ke media ini seperti mewanti-wanti saksi lainnya untuk selalu waspada terkait musibah ini.
Lima rumah warga yang terbakar itu, sebut saksi lainnya, Jamaluddin, masing-masing milik Kaspul Anwar, Wahdah atau Risma, Sandri, Musa dan Koertubi. “Jumlahnya 6 KK, karena di rumah Risma ada 2 KK (6 jiwa), dan 4 rumah lainnya masing-masing 1 KK (2 jiwa),” jelas Jamaluddin yang juga Ketua RK. 02, Desa Gumbil tersebut.

Di manakah asal titik api? Jamaluddin mau pun saksi lainnya sama-sama menunjuk kobaran api muncul pertama dari rumah Risma atau Wahdah. “Kita belum tahu apakah ini karena arus pendek listrik atau apa? Tapi, api pertama kali dari rumah Wahdah, dan saya sempat tanya, mereka mengaku tak ada menyalakan kompor untuk memasak atau merebus air,” ujar Jamaluddin.
Rumah Wardah atau Risma sendiri terletak di samping gang dengan paving block atau di bagian tengah lokasi musibah. Lalu, kobaran api dari rumah semi permanen itu menjalar sangat cepat ke rumah di kiri kanannya yang berdekatan seperti rumah Kaspul Anwar (tukang cukur), Sandri, Musa dan Koertubi.

Di tengah kobaran api itu, sejumlah mobil pemadam dari Kerukunan BPK/PMK HSS, sebagian pemadam dari HST, Satpol PP dan Damkar HSS, BPBD HSS, TNI/Polri, Relawan Tagana dan warga setempat berdatangan ke lokasi. Namun, tidak tersedianya sumber mata air terdekat menyebabkan upaya pemadaman nyaris terlambat.
Puluhan mobil dan petugas pemadam yang datang cenderung hanya melakukan upaya pendinginan saja setelah lima rumah warga itu sudah duluan hangus dimangsa api. Malah, ada beberapa mobil tanki pemadam yang tak sempat menyemprotkan airnya karena api sudah padam total. Sejauh ini belum diketahui pesis jumlah kerugian yang diderita para korban. Namun, di lokasi musibah, pihak Polres HSS dan Polsek Telaga Langsat terpantau sudah memasang police line untuk penyelidikan lebih jauh terkait amukan “si jago merah” yang menyengsarakan sejumlah warga di desa itu. (jjd).


























