Satumejanews.id. BARABAI — Ramadhan 1447 H dimanfaatkan SD Negeri Kahakan Kalibaru, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sebagai momen buka puasa bersama, berbagi takjil, sembako dan santunan kepada yatim dhuafa.
Kehangatan pun terasa. Para siswa kelas 4 hingga 6, dewan guru, kepala sekolah hingga Kabid Bina SD Dinas Pendidikan Kabupaten HST, Badaruddin berkumpul bersama dengan suasana khidmat dan ceria.
”Kegiatan ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga sebagai sarana menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan pendidikan karakter kepada peserta didik,” ujar Kepala SD Negeri Kahakan Kalibaru, Didi Pengabdian.
Didi menyebut, melalui kegiatan ini ia ingin menanamkan kepada anak-anak berbagi itu indah. Pendidikan tidak hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk akhlak, kepedulian sosial, dan kebersamaan.

Rangkaian kegiatan diawali pembagian 300 paket takjil kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas di depan sekolah. Kemudian 24 paket sembako dan santunan untuk anak yatim dan dhuafa juga disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur di bulan suci Ramadhan.
Gema Ramadhan ini pun mendapat apresiasi Kabid Bina SD Kabupaten HST, Badaruddin. Ia menegaskan, kegiatan seperti ini adalah bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
”Sekolah tidak hanya mencetak anak-anak cerdas secara akademik, melainkan juga menanamkan nilai religius, kepedulian sosial, dan kebersamaan. Inilah yang menjadi fondasi untuk mewujudkan generasi yang berakhlak mulia,” ucap Badaruddin.
Tak hanya itu. Gema Ramadhan di SD Negeri Kahakan, Kalibaru ini juga diisi pembacaan Surah Yasin, tahlil bersama, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh keluarga besar sekolah serta masyarakat hingga tausyiah Ramadhan.

Tausyiah disampaikan oleh Ustadz Fahriansyah, Guru Pendidikan Agama Islam SDN Kahakan Kalibaru yang juga Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten HST. Ustadz Fahriansyah mengingatkan, Ramadhan adalah momentum untuk memerkuat iman, memerbanyak amal, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
”Ramadhan mengajarkan kita bahwa keberkahan tidak hanya datang dari apa yang kita miliki, tetapi dari apa yang kita bagikan kepada orang lain,” petuahnya.
Lantas, salah satu penerima santunan, Muhammad Zulhanul Mubarak, seorang siswa yang juga anak yatim di sekolah ini mengungkapkan rasa terima kasih kepada para guru dan teman-temannya.
”Ulun sangat berterima kasih kepada bapak ibu guru dan teman-teman semua yang sudah peduli kepada kami. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ucapnya dengan penuh haru. (*msb/jjd)


























