Beranda Kutai Timur DPPKB Gelar Khatam Al-Qur’an Dirangkai Sosialisasi Program

DPPKB Gelar Khatam Al-Qur’an Dirangkai Sosialisasi Program

372
0

Satumejanews.id. SANGATTA – Silaturahmi dan kerja nyata berpadu dalam satu acara yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutai Timur (Kutim), Kamis (15/1/2026). Di Ruang Lobby Aula Kantor DP2KB, Jalan AWS Syahrani Komplek Perkantoran Bukit Pelangi, nuansa religius pengajian Khatam Al-Qur’an berlanjut dengan sosialisasi program yang visioner, dihadiri lintas sektor dari pemerintah hingga organisasi keagamaan.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menegaskan acara ini lebih dari sekadar kumpul-kumpul.  “Ini adalah sarana strategis agar masyarakat tahu, sekecil apapun program pemerintah, kami bekerja untuk mereka,” tegas Junaidi di hadapan pimpinan OPD, kader KB, pesantren, ormit, serta seluruh ASN dan PPPK.

Di balik kemeriahan silaturahmi, terselip komitmen memberdayakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) DPPKB. “Kami ingin DWP punya satu program unggulan yang dijalankan secara istiqomah (konsisten). Tidak perlu banyak, satu saja asal tuntas,” jelasnya.

Jika selama ini DPPKB identik dengan penanganan stunting, kini mereka meluaskan sayap ke kelompok yang kerap terabaikan lanjut usia (lansia). Dengan bangga, Junaidi memperkenalkan Program Sidaya (Lansia Berdaya), yang disebutnya masih awam dan baru diterapkan beberapa daerah di Kaltim.

“Ini semacam sekolah lansia,” ujar Junaidi,

Para lansia tidak hanya akan mendapat pembekalan tentang proses menua dan kesehatan fisik seperti pencegahan hipertensi atau risiko jatuh, tetapi juga kesehatan mental, fungsi kognitif, hingga pendampingan pasca stroke. Namun yang unik, pendekatannya.

“Tidak kalah penting, ada pendampingan spiritual oleh ustadz dan kiyai. Juga ada senam lansia,” tambahnya.

Program ini akan dibimbing langsung oleh dokter spesialis dan pakar di bidang geriatri. Harapannya jelas dan menyentuh. Melalui Sidaya, para lansia di Kutim tidak hanya lebih sehat dan mandiri, tetapi juga meraih kebahagiaan. “Menjadi lansia yang tangguh, baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya,” pungkas Junaidi.

Dengan strategi membangun jejaring melalui ukhuwah islamiah dan langsung menyodorkan program konkret yang menyentuh semua usia dari calon orang tua (stunting) hingga para sesepuh (lansia) DP2KB Kutim menunjukkan langkah progresif. Mereka membuktikan bahwa urusan kependudukan bukan sekadar data, tetapi tentang meningkatkan kualitas hidup manusia secara menyeluruh dan penuh perhatian. (sm4)